Soal Keracunan Massal, dr Frida Laila Yahya: 1 Orang Meninggal Dunia Karena Terlambat Penanganan Med

22 Apr 2024, 08:34:28 WIB PERISTIWA
Soal Keracunan Massal, dr Frida Laila Yahya: 1 Orang Meninggal Dunia Karena Terlambat Penanganan Med

Keterangan Gambar : Keadaan di sebuah rumah korban keracunan hidangan di acara sukuran.


Pinusnews.id - Sebanyak 51 warga dari Kampung Cukang Galeuh, Desa Cibodas, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, mengalami keracunan massal, usai menyantap hidangan saat menghadiri pesta pernikahan seorang warga di daerah tersebut.

Dari 51 warga yang mengalami keracunan, ada satu orang yang meninggal dunia. Sementara, puluhan warga lainnya mendapatkan perawatan di puskesmas dan di rumahnya masing-masing.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, dr Frida Laila Yahya mengatakan, satu orang warga yang meninggal dunia tersebut terlambat mendapatkan penangan medis.

Baca Lainnya :

"Kami mendapat laporan terkait keracunan masal sudah terjadi sejak Sabtu, (20/4/2024) setelah warga menyantap hidangan di acara penikahan, namun pada Minggu (21/4/2024) pagi jumlanya terus bertambah," tuturnya kepada wartawan, Minggu (21/4/2024).

Tercatat 35 orang yang mengalami keracunan ringan menjalani perawatan di rumahnya masing-masing dibawah pengawasan tenaga kesehatan dari puskemas, sedangkan 16 orang lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Cijati.

"Warga yang keracunan mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah. Gejala itu terjadi selang beberapa jam setelah menyantap hidangan prasmanan itu," jelasnya.

Beberapa warga yang mengalami keracunan terjadi sejak Sabtu kemarin, namun jumlah tersebut bertambah hingga hari ini Minggu.

"Minggu pagi jumlah warga yang keracunan terus bertambah, sehingga kami mengirim petugas ke lokasi untuk mengambil sampel makanan atau muntah warga guna memastikan penyebab keracunan masal itu," terangnya.

Saat ini petugas yang dikirim ke lokasi akan membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal yang menyebabkan puluhan warga keracunan dan satu orang meninggal dunia.

"Untuk warga yang meninggal karena belum sempat dibawa ke tenaga kesehatan atau ke puskesmas, sehingga pihak keluarga tidak menduga kalau korban meninggal karena keracunan," tutupnya. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment