- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Antisipasi Nyamuk DBD, Pemdes dan Puskesmas Saganten Cianjur Fogging Permukiman Warga

Keterangan Gambar : Pemdes dan pihak Puskesman Saganten, Sindangbarang, Cianjur Selatan, laksanakan fogging di lokasi permukiman warga masyarakat.
Pinusnews.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, melakukan pengasapan atau fogging nyamuk dalam rangka mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kades Saganten, Sindangbarang, Cianjur, Hasanudin, melalui Sekdes Saganten Satun Nugraha yang mengatakan bahwa kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan merebaknya DBD.
Kegiatan fogging tersebut bertujuan agar warga dapat terhindar dari penyakit DBD. Dan kegiatannya merupakan instruksi Bupati Cianjur beserta Dinas Kesehatan Cianjur yang harus dilaksanakan.
Baca Lainnya :
- Kadisdikpora Dampingi Bupati Halal Bihalal dengan PGRI Cianjur
- Sekda Jabar Targetkan Pendataan Petani Calon Penerima Pompanisasi Rampung Minggu Depan
- Tim Syber Polres Cianjur Tangkap Hacker Pembuat Judi Online
- 350 Unit Pompanisasi Segera Akan Mengairi Sawah Tadah Hujan di Cianjur
- Dinkes Cianjur Gelar Pemberantasan Sarang Nyamuk
"Sebelum kegiatan kita laksanakan, kita berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) setempat, terkait langkah penanganan dan pencegahan kasus DBD," kata Sekdes Datun Nugraha di lokasi, Minggu (21/4/2024).
Fogging dilakukan, lanjut Sekdes Atun, yakni dengan jarak radius 50 meter kiri-kanan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran lebih luas. Kegiatan fogging ini juga akan terus dioptimalkan.
"Fogging dibarengi dengan pendampingan Dinas terkait, yang diharapkan kegiatan fogging pencegahan DBD di desa Saganten dilaksanakan secara maksimal," imbuh Satun.
Selain itu, lanjut Satun menjelaskan bahwa jajarannya terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan hidup bersih, serta cara mencegah tumbuhnya jentik nyamuk penyebab DBD, baik melalui gerakan 3 M, menjaga sanitasi dan lainnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan cara tidak membuang sampah sembarang yang dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk penyebab DBD," pungkasnya. (dens).











