- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Antisipasi Nyamuk DBD, Pemdes dan Puskesmas Saganten Cianjur Fogging Permukiman Warga

Keterangan Gambar : Pemdes dan pihak Puskesman Saganten, Sindangbarang, Cianjur Selatan, laksanakan fogging di lokasi permukiman warga masyarakat.
Pinusnews.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, melakukan pengasapan atau fogging nyamuk dalam rangka mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kades Saganten, Sindangbarang, Cianjur, Hasanudin, melalui Sekdes Saganten Satun Nugraha yang mengatakan bahwa kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan merebaknya DBD.
Kegiatan fogging tersebut bertujuan agar warga dapat terhindar dari penyakit DBD. Dan kegiatannya merupakan instruksi Bupati Cianjur beserta Dinas Kesehatan Cianjur yang harus dilaksanakan.
Baca Lainnya :
- Kadisdikpora Dampingi Bupati Halal Bihalal dengan PGRI Cianjur
- Sekda Jabar Targetkan Pendataan Petani Calon Penerima Pompanisasi Rampung Minggu Depan
- Tim Syber Polres Cianjur Tangkap Hacker Pembuat Judi Online
- 350 Unit Pompanisasi Segera Akan Mengairi Sawah Tadah Hujan di Cianjur
- Dinkes Cianjur Gelar Pemberantasan Sarang Nyamuk
"Sebelum kegiatan kita laksanakan, kita berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) setempat, terkait langkah penanganan dan pencegahan kasus DBD," kata Sekdes Datun Nugraha di lokasi, Minggu (21/4/2024).
Fogging dilakukan, lanjut Sekdes Atun, yakni dengan jarak radius 50 meter kiri-kanan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran lebih luas. Kegiatan fogging ini juga akan terus dioptimalkan.
"Fogging dibarengi dengan pendampingan Dinas terkait, yang diharapkan kegiatan fogging pencegahan DBD di desa Saganten dilaksanakan secara maksimal," imbuh Satun.
Selain itu, lanjut Satun menjelaskan bahwa jajarannya terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan hidup bersih, serta cara mencegah tumbuhnya jentik nyamuk penyebab DBD, baik melalui gerakan 3 M, menjaga sanitasi dan lainnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan cara tidak membuang sampah sembarang yang dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk penyebab DBD," pungkasnya. (dens).











