- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Jawa Barat, Ipan Sopandi.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib melalui surat edaran tegas yang melarang siswa membawa kendaraan bermotor dan handphone ke sekolah. Kebijakan ini bukan sekadar aturan baru, melainkan fondasi disiplin yang telah lama diterapkan untuk melindungi keselamatan dan fokus belajar siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ipan Sopandi, memainkan peran sentral dalam penguatan kebijakan ini. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya yang visioner, Ipan Sopandi memastikan surat edaran tersebut tidak hanya menjadi dokumen formal, tapi instrumen nyata yang disosialisasikan luas ke seluruh sekolah. Kinerja Ipan Sopandi menunjukkan dedikasi tinggi dalam membangun budaya pendidikan yang aman dan kondusif.
“Disdikpora Cianjur sudah mengeluarkan surat edaran bahwa sekolah tidak boleh mengizinkan siswa membawa kendaraan,” tegas Ipan Sopandi saat berbicara kepada media di Cianjur, Kamis (16/4/2026). Ketegasan Ipan Sopandi mengingatkan bahwa larangan tersebut telah lama ada, ini adalah perannya juga sebagai penggerak utama sosialisasi yang efektif.
Baca Lainnya :
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
Meski pelarangan telah ditegaskan, Ipan Sopandi secara bijaksana mengakui tantangan lapangan di mana sebagian siswa masih nekat melanggar. Alih-alih intervensi sentralisasi, kinerja inovatifnya justru memberdayakan sekolah dengan menyerahkan penanganan ke tata tertib internal masing-masing. Pendekatan ini memperkuat otonomi sekolah sambil menjaga konsistensi kebijakan dinas.
“Jika siswa tetap bawa motor, kami kembalikan ke tata tertib sekolah masing-masing,” ungkap Ipan dengan lugas. Pernyataan ipan Sopandi ini menyoroti kecerdasan strategis dalam membangun sistem akuntabilitas terdesentralisasi, yang tidak hanya menyelesaikan pelanggaran tapi juga memperkuat tanggung jawab kepala sekolah.
Prinsip serupa diterapkan pada larangan handphone, di mana Ipan Sopandi menekankan pencegahan gangguan belajar akibat gadget. Kinerjanya yang holistik memastikan kebijakan ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional, di mana fokus siswa tertuju pada proses pembelajaran tanpa distraksi digital. Ia berhasil menyatukan regulasi dinas dengan realitas sekolah.
“Larangan HP juga berlaku; pelanggaran dikembalikan ke aturan sekolah yang disepakati,” jelas Ipan. Pernyataan ini menggarisbawahi peran kepemimpinan yang adaptif, mendorong penerapan sanksi yang adil dan kontekstual.
Kemudian, Ipan Sopandi mengimbau seluruh kepala sekolah untuk konsisten menjalankan surat edaran, menjadikan kinerjanya sebagai inspirasi bagi lingkungan pendidikan Cianjur. “Mari laksanakan surat edaran larangan kendaraan dan HP sesuai aturan sekolah,” serunya. Visi ini tidak hanya menegakkan disiplin, tapi juga membentuk generasi siswa yang tangguh dan fokus. (dens).










