- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat

Keterangan Gambar : Sekda Cianjur Ahmad Rifa'i Azhari, Kepala Diskominfosan Cianjur, Rachmat Hartono, Kepala BKPSDM Cianjur, Akos Koswara, dan para peserta dalam acara kegiatan pelatihan aparatur digital pemanfaatan AI, di Bale Prayoga, Senin, 13 April 2026.
Pinusnews.id - Pada Senin, 13 April 2026, di Bale Prayoga di Kabupaten Cianjur dilaksanakan pembukaan kegiatan pelatihan aparatur digital yang fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa'i Azhari, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Cianjur, Rachmat Hartono, Kepala BKPSDM Cianjur, Akos Koswara, dan peserta pelatihan AI.
Sekda Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari, secara langsung membuka acara ini, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menyongsong era transformasi digital. Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi strategis untuk membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kemampuan baru, sehingga pelayanan publik bisa lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sekda Ahmad Rifa’i Azhari, dalam sambutannya, menekankan peran krusial AI sebagai pendorong perubahan. "Agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong transformasi digital pemerintahan," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
Menurut Sekda Cianjur, teknologi AI berperan strategis dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efisiensi kerja, serta inovasi pelayanan publik. Jika data kependudukan dianalisis AI untuk mempercepat penerbitan KTP atau layanan kesehatan yang diprediksi kebutuhannya secara real-time—manfaat nyata ini akan langsung dirasakan warga Cianjur sehari-hari.
Pelatihan ini dirancang untuk membangun literasi digital ASN secara mendalam. Peserta diajarkan memahami dan menggunakan AI secara bijak, produktif, serta bertanggung jawab, mulai dari tools analisis data hingga otomatisasi administrasi.
"Pemanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan literasi digital, khususnya dalam memahami dan menggunakan teknologi AI," imbuhnya.
Sekda Cianjur memastikan, AI tidak hanya jadi gimmick, tapi alat praktis yang mengurangi antrean di kantor-kantor atau mempercepat penanganan bencana, sehingga masyarakat luas merasakan kemudahan tanpa biaya tambahan. Manfaat pelatihan ini akan terasa nyata di lapangan, terutama bagi masyarakat pedesaan Cianjur yang sering kesulitan akses layanan.
Dengan AI, proses perizinan usaha bisa dipersingkat dari minggu menjadi hari, sementara prediksi cuaca dan banjir di wilayah rawan di wilayah Cianjur menjadi lebih akurat. ASN yang terlatih akan menghasilkan kebijakan berbasis data, mengurangi korupsi melalui transparansi, dan meningkatkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas melalui aplikasi ramah suara. Hasilnya, warga tidak lagi bergantung pada koneksi manual yang lambat, tapi menikmati pemerintahan yang proaktif.
Teknologi AI harus tetap jadi pendukung, bukan pengganti nilai inti ASN. "Teknologi harus menjadi alat bantu yang memperkuat kualitas pelayanan publik, bukan menggantikan nilai-nilai profesionalisme dan integritas ASN," tegas Sekda Cianjur.
Selain itu, Ahmad Rifa'i Azhari juga menjelaskan bahwa etika penggunaan AI, menghindari bias algoritma yang bisa merugikan kelompok minoritas. Dengan demikian, pelatihan ini membentuk ASN yang adaptif, siap menghadapi tantangan masa depan sambil menjaga kepercayaan publik.
Inisiatif pelatihan AI di Pemerintah Kabupaten Cianjur ini menjanjikan dampak luas bagi masyarakat. Dari efisiensi birokrasi hingga inovasi sosial, hasilnya akan terukur melalui kepuasan warga yang meningkat. Pemerintah daerah Cianjur telah membuka pintu era baru, di mana teknologi dan manusia bersinergi untuk kesejahteraan bersama. (dens).










