- Diskominfo Cianjur Tegaskan Pakta Integritas Dorong Pelayanan Publik Bebas Korupsi
- DPRD Cianjur Percepat Proses APBD 2027 lewat Rapat Paripurna dan Penandatanganan KUA-PPAS
- TMMD Ke-129 Pacu Pembangunan Rutilahu dan MCK di Mekarmukti
- BAZNAS Cianjur Dukung Penuh Kafilah Pagelaran Raih Juara Umum MTQH XLVIII
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Patroli Malam, Sinergi dengan Polsek, Desa, dan Damkar Cegah Karhutla
- Pemantau Pemilu: Menjaga Integritas Demokrasi
- PSI Cianjur Konsolidasi Akar Rumput, Targetkan Minimal 4 Kursi di Legislatif
- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong

Keterangan Gambar : Tampak Camat Mande, Cianjur, Epi Rusmana, memberi arahan kepada para pelaksana tugas lapangan untuk membersihkan jalan yang dipenuhi tanah, di wilayah Desa Bobojong.
Pinusnews.id - Kecelakaan beruntun melibatkan pengendara sepeda motor di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menjadi pengingat betapa rawannya keselamatan pengguna jalan akibat aktivitas pembangunan yang kurang terkoordinasi. Pada Sabtu, 11 April 2026, badan jalan dipenuhi tanah merah dari perataan lapangan sepak bola desa, menyebabkan permukaan licin, terutama saat hujan deras mengguyur.
Beberapa pengendara roda dua terjatuh, mengalami luka-luka, dan memicu kekhawatiran warga setempat.
Tanah merah yang berceceran itu bukan hanya membuat jalan bergelombang, tapi juga sangat licin, terlebih setelah diguyur hujan. Aktivitas pengerukan tanah untuk perbaikan lapangan sepak bola milik Desa Bobojong ternyata menjadi biang keladi, dengan sisa materialnya jatuh ke jalan umum yang menghubungkan beberapa kecamatan.
Baca Lainnya :
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari, mengancam siapa saja yang melintas, khususnya pengendara motor yang rentan kehilangan keseimbangan. Salah seorang korban, Farhan (30), menyaksikan langsung kekacauan itu. “Sudah beberapa hari ini jalan penuh gundukan tanah, jadi licin. Apalagi kalau hujan. Tadi juga ada yang jatuh sampai luka-luka karena jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan ini dipenuhi tanah,” katanya. Pengakuan Farhan menggambarkan betapa mendesaknya penanganan, karena jalan tersebut bukan sekadar akses lokal, melainkan arteri penting bagi mobilitas warga.
Di tengah keluhan yang membuncah, Camat Mande, Epi Rusmana, menunjukkan kepemimpinan yang gesit. Ia merespons cepat atas laporan kecelakaan Sabtu sore itu. Malam harinya, antisipasi awal sudah dilakukan, meski belum tuntas. Keesokan harinya, Minggu pagi, 12 April 2026, Epi Rusmana turun langsung ke lapangan memimpin pembersihan jalan dari tanah kotoran, bersama timnya.
“Betul, kejadiannya Sabtu sore, malamnya diantisipasi tapi belum beres semuanya. Makanya Minggu pagi saya bergerak bersama petugas lainnya turun ke lapangan membersihkan jalan dari kotoran tanah,” tutur Epi Rusmana usai aksi pembersihan. Respons langsung ini menonjolkan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan warga, bukan menunggu instruksi dari atas.
Epi Rusmana juga mengungkapkan bahwa sebelum proyek dimulai, ia sudah mengingatkan pihak desa. “Sebelum pelaksanaan pengerjaan sudah saya sampaikan agar menjaga keamanan, ketertiban dan berkoordinasi dengan dinas maupun instansi berwenang,” jelasnya. Namun, saat masalah muncul, beliau tak ragu memanggil Kepala Desa dan pelaksana proyek untuk bertanggung jawab. “Atas kejadian adanya tanah berceceran di jalan tersebut, kami langsung memanggil Kepala Desa dan pelaksana pengerjaan untuk segera membersihkan kembali jalan tersebut,” ungkap Epi Rusmana.
Pembersihan di lapangan berlangsung masif, melibatkan Forkopimcam, tim Damkar, dan Pemerintah Desa Bobojong. Forkopimcam langsung menginstruksikan pelaksana untuk menghentikan sementara pengerukan tanah dan berkoordinasi ulang dengan dinas terkait. Aksi ini tak hanya membersihkan jalan, tapi juga mencegah kecelakaan lanjutan, menunjukkan sinergi aparatur yang dipimpin Epi Rusmana.
Kinerja cepat Camat Mande ini patut diapresiasi sebagai contoh kepemimpinan proaktif di tingkat kecamatan. Dengan turun langsung ke lapangan, beliau tidak hanya menyelesaikan masalah teknis, tapi juga membangun kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah. Respons seperti ini mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material yang bisa membengkak jika dibiarkan.
Kasus di Bobojong menjadi pelajaran berharga bagi pembangunan infrastruktur desa. Koordinasi awal yang ketat, seperti yang diingatkan Epi Rusmana, harus diutamakan agar keselamatan pengguna jalan tak jadi korban. Kecepatan bertindak beliau membuktikan bahwa pemimpin efektif adalah yang hadir di saat krisis.
Aksi Epi Rusmana mengubah potensi bencana kecil menjadi kisah sukses penanganan cepat. Jalan yang kini bersih kembali aman dilalui, dan warga seperti Farhan bisa bernapas lega. Ini adalah teladan bagaimana respons lapangan bisa menyelamatkan nyawa dan citra pemerintahan. (dens).











