Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur

17 Apr 2026, 08:11:46 WIB PERISTIWA
Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampngi Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, beraudensi dengan perwakilan Universitas Islam Bandung (UIN) di Ruang Rapat Bupati Cianjur, Kamis, 16 April 2026.


Pinusnews.id - Pada Kamis, 16 April 2026, di Ruang Rapat Bupati Cianjur digelar pertemuan strategis antara Bupati Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin, dengan perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.

Audiensi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal membangun jembatan kerjasama antara dunia akademik dan pemerintahan daerah. Fokus utama pembahasan adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan melibatkan mahasiswa UIN Bandung di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur.

Program KKN ini dirancang sebagai wadah pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus katalisator pembangunan di tingkat desa. Mahasiswa tidak hanya akan membawa pengetahuan teoritis dari kampus, tetapi juga energi muda untuk menyentuh isu-isu lokal seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. 

Baca Lainnya :

Kerjasama ini mencerminkan semangat trianggulo dharma perguruan tinggi, di mana pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat saling terkait erat dengan kebutuhan riil warga desa.

Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menekankan pentingnya dampak konkret dari program ini. "Kegiatan pengabdian tidak boleh berhenti pada laporan administratif semata, tapi harus mampu memberikan solusi langsung terhadap persoalan yang dihadapi warga," ujarnya dengan tegas.

Bupati Wahyu juga berharap, KKN ini tak hanya meninggalkan jejak sementara, melainkan perubahan berkelanjutan yang dirasakan masyarakat, seperti peningkatan kualitas hidup melalui inovasi sederhana yang lahir dari kolaborasi.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga etika dan komunikasi yang harmonis dengan warga setempat. Cianjur dikenal dengan budaya someah—sikap rendah hati dan ramah dalam bermasyarakat—sehingga mahasiswa diharapkan beradaptasi dengan nilai-nilai lokal ini.

Dengan menjaga tata krama, program KKN bisa berjalan lancar, menghindari kesalahpahaman, dan justru memperkaya pengalaman lintas budaya bagi kedua belah pihak.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen kuat dengan membuka ruang koordinasi lintas perangkat daerah. Dukungan ini mencakup fasilitasi logistik, monitoring, hingga evaluasi bersama, memastikan KKN berjalan optimal. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah seperti ini menjadi model pembangunan berbasis partisipasi, di mana masyarakat bukan objek pasif, melainkan mitra aktif dalam kemajuan daerah.

Langkah kerjasama UIN Bandung dan Pemkab Cianjur melalui KKN ini berpotensi menjadi pendorong transformasi desa. Dengan fondasi pengabdian mahasiswa yang berkualitas, Cianjur bisa mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, memperkuat rasa kebersamaan, dan mewujudkan visi daerah yang mandiri serta sejahtera. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment