- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
Fenomena Pelakor

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pelakor
pinusnews.id Cianjur -Pada zaman dahulu, memang dari sebagian besar para pria mempunyai lebih dari seorang istri bahkan dapat menikah berkali-kali. Namun, seiring berjalannya waktu kesetiaan mulai tumbuh hingga hal itu berubah menjadi suatu yang biasa.
Seperti halnya yang telah dicontohkan mantan Presiden kita, yaitu Bapak Habibie yang setia sehidup semati dengan Almarhumah Ibu Ainun.
Baca Lainnya :
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Satreskim Polres Cianjur Tangkap Penimbun BBM Bersubsidi
- Turut Jaga Inflasi, Pejabat Cianjur Tanam Cabai
Kemudian belakangan ini muncul lagi suatu hal yang pernah ada di masa lalu yaitu adanya istri yang lebih dari satu. Perempuan yang menjadi istri kedua dikenal dengan sebutan pelakor atau perebut laki orang (perebut suami orang).
Para pelakor yang “terciduk” para istri sah atau istri pertama pasti akan viral di dunia maya karena istri sah mengungkapkan hal itu melalui curhatan. Dan, curhatan itu lalu dibaca banyak orang hingga akhirnya booming, setelah itu sang pelakor akan mendapat ribuan hujatan dari para netizen.
Hujatan itu bukan tak beralasan, sesama kaum wanita tentunya akan mampu merasakan hal yang sama dengan para istri sah.
Wanita memang lebih mementingkan perasaan ketimbang logikanya, sehingga kejadian itu bukan suatu yang mengherankan. (dilansir dari berbagai artikel)











