- BAZNAS Cianjur Raih Penghargaan, Bukti Nyata Dukungan untuk Pendidikan Diniyah
- Hadi Sutrisno: Calendar of Event Kepariwisataan Kenalkan Cianjur Kota Santri
- Dari Sampah Menjadi Peluang: DPMPTSP Cianjur Dorong Ekonomi Sirkular
- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
Fenomena Pelakor

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pelakor
pinusnews.id Cianjur -Pada zaman dahulu, memang dari sebagian besar para pria mempunyai lebih dari seorang istri bahkan dapat menikah berkali-kali. Namun, seiring berjalannya waktu kesetiaan mulai tumbuh hingga hal itu berubah menjadi suatu yang biasa.
Seperti halnya yang telah dicontohkan mantan Presiden kita, yaitu Bapak Habibie yang setia sehidup semati dengan Almarhumah Ibu Ainun.
Baca Lainnya :
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Satreskim Polres Cianjur Tangkap Penimbun BBM Bersubsidi
- Turut Jaga Inflasi, Pejabat Cianjur Tanam Cabai
Kemudian belakangan ini muncul lagi suatu hal yang pernah ada di masa lalu yaitu adanya istri yang lebih dari satu. Perempuan yang menjadi istri kedua dikenal dengan sebutan pelakor atau perebut laki orang (perebut suami orang).
Para pelakor yang “terciduk” para istri sah atau istri pertama pasti akan viral di dunia maya karena istri sah mengungkapkan hal itu melalui curhatan. Dan, curhatan itu lalu dibaca banyak orang hingga akhirnya booming, setelah itu sang pelakor akan mendapat ribuan hujatan dari para netizen.
Hujatan itu bukan tak beralasan, sesama kaum wanita tentunya akan mampu merasakan hal yang sama dengan para istri sah.
Wanita memang lebih mementingkan perasaan ketimbang logikanya, sehingga kejadian itu bukan suatu yang mengherankan. (dilansir dari berbagai artikel)











