- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun

Keterangan Gambar : Sungai Cisungareun di Babakankaret, Cianjur
pinusnews.id Cianjur -Bocah tuna rungu R (9) asal kampung Bojong Raong RT 003 RW 007, Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur terjatuh dari sebuah jembatan gantung bambu, sehingga terseret arus sungai Cisungareun/Cibalagung di Kampung Tegal Laja Handap, Desa Babakankaret, Jum'at, (07/10/2022) sekitar Pukul 17.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi usai R nekat melintasi jembatan gantung bambu itu.
Baca Lainnya :
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Lingkungan Sehat Tanpa Sampah
- Sudah Proses Hukum, Kasus Tanah Eks HGU Sukaresmi Gagal Dibahas
- Babinsa Selagedang Pantau Bencana Tanah Longsor di Cibeber
Camat Cianjur Tom Dani Gardiat mengatakan, kejadian berawal saat R berlari menuju jembatan gantung bambu itu.
Aksi R kemudian diketahui sang nenek sehingga mengejarnya. Namun naas R malah terjatuh dan terseret derasnya aliran sungai Cisungareun.
"Korban berlari dari rumahnya sekitar 400 meter dikejar oleh neneknya, sesampainya di Jembatan Bambu di Kampung Tegal Laja, korban terbawa arus sungai sangat deras yang airnya tengah meluap," katanya, Sabtu, (08/10/2022).
Tom menyebutkan, R diketahui bocah yang hanya diurus oleh sang nenek karena kedua orangtuanya telah bercerai.
"Korban ini tinggal dengan neneknya, karena kedua orang tuanyanya sudah berpisah," ujarnya kepada awak media.
Proses pencarian R terus dilakukan dan hingga kini belum membuahkan hasil, tapi akan terus dilakukan pencarian sampai R ditemukan.
"Sementara belum ditemukan, tim akan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Cisungareun," pungkasnya. (tim)











