- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal

Keterangan Gambar : Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara melakukan aksi demo menolak keras rencana proyek Geothermal di Gunung Gede Pangrango, Pacet, Cianjur.
Pinusnews.id - Ratusan warga yang tergabung dalam wadah Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara (GMCU) deklarasikan pernyataan sikap menolak keras rencana proyek Geothermal.
Aksi mereka dilakukan dengan jalan kaki sembari mengacungkan poster, di Kampung Pasircina Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Minggu (3/2/2024) siang.
Salah seorang tokoh masyarakat Pasircina, Hadi Susanto menyebutkan Geothermal ini proyek yang mengada-ngada.
Baca Lainnya :
- Pj. Gubernur Jabar Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia
- Kemenkes Gelar CollaboRUN
- Kian Marak Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur Selatan
- Ide Brilian, Bayar Akademi Futsal Pakai Sampah
- Kemensos Luncurkan Kompor Inovasi Berbahan Bakar Limbah Sawit
"Disini daerah pertanian, seharusnya pertanian di bagus kan bukan masalah panas bumi. Kalau pemerintah mengharapkan devisa negara, taninya dibaguskan, pupuk saja mahal, tani tidak dibina adapun Gapoktan itu tidak jelas," terang Hadi kepada wartawan di lokasi.
Kemudian, kata Hadi, soal penyerapan tenaga kerja geothermal dan tambang hanya menyerap 5%, tapi kalau pertanian itu menyerap 40%.
"Nah masyarakat sini mau dijadiin apa makanya kami tolak, bagi kami Geothermal tidak bermanfaat dan pemerintah kalau mau membuat satu proyek harus melaksanakan transaksi etis bukan menakut-nakuti," katanya
Dikatakannya, aksi penolakan tidak sampai disini, ke depan akan menggelar aksi penolakan dengan massa yang lebih besar lagi.
Menurut Hadi bahwa proyek Geothermal ini belum memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).
Sedangkan syarat proyek itu adalah Amdal izin dari Pemerintah Daerah, kedua izin masyarakat di lingkungan yang berdampak bukan masyarakat atau diwakili oleh tokoh masyarakat.
"Pernyataan sikap penolakan Geothermal tidak sampai disini, ke depan kami kembali beraksi dengan massa lebih besar lagi," tegasnya. (tim-dens).











