- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal

Keterangan Gambar : Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara melakukan aksi demo menolak keras rencana proyek Geothermal di Gunung Gede Pangrango, Pacet, Cianjur.
Pinusnews.id - Ratusan warga yang tergabung dalam wadah Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara (GMCU) deklarasikan pernyataan sikap menolak keras rencana proyek Geothermal.
Aksi mereka dilakukan dengan jalan kaki sembari mengacungkan poster, di Kampung Pasircina Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Minggu (3/2/2024) siang.
Salah seorang tokoh masyarakat Pasircina, Hadi Susanto menyebutkan Geothermal ini proyek yang mengada-ngada.
Baca Lainnya :
- Pj. Gubernur Jabar Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia
- Kemenkes Gelar CollaboRUN
- Kian Marak Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur Selatan
- Ide Brilian, Bayar Akademi Futsal Pakai Sampah
- Kemensos Luncurkan Kompor Inovasi Berbahan Bakar Limbah Sawit
"Disini daerah pertanian, seharusnya pertanian di bagus kan bukan masalah panas bumi. Kalau pemerintah mengharapkan devisa negara, taninya dibaguskan, pupuk saja mahal, tani tidak dibina adapun Gapoktan itu tidak jelas," terang Hadi kepada wartawan di lokasi.
Kemudian, kata Hadi, soal penyerapan tenaga kerja geothermal dan tambang hanya menyerap 5%, tapi kalau pertanian itu menyerap 40%.
"Nah masyarakat sini mau dijadiin apa makanya kami tolak, bagi kami Geothermal tidak bermanfaat dan pemerintah kalau mau membuat satu proyek harus melaksanakan transaksi etis bukan menakut-nakuti," katanya
Dikatakannya, aksi penolakan tidak sampai disini, ke depan akan menggelar aksi penolakan dengan massa yang lebih besar lagi.
Menurut Hadi bahwa proyek Geothermal ini belum memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).
Sedangkan syarat proyek itu adalah Amdal izin dari Pemerintah Daerah, kedua izin masyarakat di lingkungan yang berdampak bukan masyarakat atau diwakili oleh tokoh masyarakat.
"Pernyataan sikap penolakan Geothermal tidak sampai disini, ke depan kami kembali beraksi dengan massa lebih besar lagi," tegasnya. (tim-dens).











