- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal

Keterangan Gambar : Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara melakukan aksi demo menolak keras rencana proyek Geothermal di Gunung Gede Pangrango, Pacet, Cianjur.
Pinusnews.id - Ratusan warga yang tergabung dalam wadah Aliansi Gerakan Masyarakat Cianjur Utara (GMCU) deklarasikan pernyataan sikap menolak keras rencana proyek Geothermal.
Aksi mereka dilakukan dengan jalan kaki sembari mengacungkan poster, di Kampung Pasircina Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Minggu (3/2/2024) siang.
Salah seorang tokoh masyarakat Pasircina, Hadi Susanto menyebutkan Geothermal ini proyek yang mengada-ngada.
Baca Lainnya :
- Pj. Gubernur Jabar Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik di Indonesia
- Kemenkes Gelar CollaboRUN
- Kian Marak Peredaran Rokok Ilegal di Cianjur Selatan
- Ide Brilian, Bayar Akademi Futsal Pakai Sampah
- Kemensos Luncurkan Kompor Inovasi Berbahan Bakar Limbah Sawit
"Disini daerah pertanian, seharusnya pertanian di bagus kan bukan masalah panas bumi. Kalau pemerintah mengharapkan devisa negara, taninya dibaguskan, pupuk saja mahal, tani tidak dibina adapun Gapoktan itu tidak jelas," terang Hadi kepada wartawan di lokasi.
Kemudian, kata Hadi, soal penyerapan tenaga kerja geothermal dan tambang hanya menyerap 5%, tapi kalau pertanian itu menyerap 40%.
"Nah masyarakat sini mau dijadiin apa makanya kami tolak, bagi kami Geothermal tidak bermanfaat dan pemerintah kalau mau membuat satu proyek harus melaksanakan transaksi etis bukan menakut-nakuti," katanya
Dikatakannya, aksi penolakan tidak sampai disini, ke depan akan menggelar aksi penolakan dengan massa yang lebih besar lagi.
Menurut Hadi bahwa proyek Geothermal ini belum memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).
Sedangkan syarat proyek itu adalah Amdal izin dari Pemerintah Daerah, kedua izin masyarakat di lingkungan yang berdampak bukan masyarakat atau diwakili oleh tokoh masyarakat.
"Pernyataan sikap penolakan Geothermal tidak sampai disini, ke depan kami kembali beraksi dengan massa lebih besar lagi," tegasnya. (tim-dens).











