- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Versi Lain Tentang Sejarah Badak Putih di Cianjur

Keterangan Gambar : Patung Badak Putih yang terdapat di jalan Slamet Riyadi, Kota Cianjur.
Pinusnews.id - Sepertinya belum ada penelitian ilmiah tentang sejarah Badak Putih yang patungnya terdapat di beberapa kota, termasuk di Cianjur dan Bandung. Malah TNI AD menjadikan kepala Badak Putih menjadi logo Kodim 0608 Cianjur.
Namun apabila menggali sumber sekunder ternyata ada kisah tentang Badak Putih hingga tiba di Cianjur. Sumber tersebut berasal dari salah satu versi Babad Cibalagung, yang pernah diteliti sejarawan Drs. Atja, tapi sayangnya tidak tuntas karena pak Atja keburu wafat.
Babad Cibalagung tersebut mengisahkan bahwa Badak Putih asalnya dari Cirebon, dan "ngamuk" memporak-porandakan Alun-Alun Kesultanan Cirebon. Tidak ada seorangpun yang mampu menjinakkan hewan itu. Dan saat itu, diantara tokoh yang sedang bertamu kepada Sultan Cirebon salah satunya Dalem Aria Yuda, yang diangkat Sultan menjadi Bupati Cibalagung.
Baca Lainnya :
- Pendekatan Multi-Stakeholder Perlu Bagi Pemajuan Diplomasi Digital
- Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak di Pos Kesehatan Mudik
- Asep Anwar, Apip Iskandar, dan Sumarna Calon Kuat Ketua Peradi Cianjur 2024
- Aturan WFH, BKPSDM: Sifatnya Tidak Wajib Dilaksanakan Setiap Daerah
- Imbauan untuk Wisawatan Jangan Berenang di Pantai Jayanti dan Cemara Cidaun
Aria Yuda lalu meminta ijin untuk menaklukan badak putih. Dan ternyata ditangan Aria Yuda, badak putih menjadi tidak berdaya. Sultan Cirebon (kemungkinan Panembahan Ratu II) merasa tentram dengan kejadian tersebut, dan memerintahkan Aria Yuda membawanya ke Cibalagung, Cianjur.
Dalam versi ini dikisahkan Dalem Aria Yuda tidak menurunkan tahta kepemimpinan Bupati Cibalagung kepada anaknya. Namun, ia menyerahkannya kepada Rd. Jayasasana sebagai wakilnya yang kemudian hari disebut Dalem Cikundul.
Kemudian, Aria Yuda dikisahkan "ngahiyang" dan petilasannya terdapat di sekitar Stasiun KA Salajambe Cianjur kota. Dan, Cibalagung sekarang tinggalah sebuah perkampungan di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. (Luki Muharam R).











