- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Sekda Herman Suryatman Sambut Baik Kerja Sama dengan BRIN Tangani Stunting

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyambut baik kerja sama yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menangani stunting di 27 kabupaten/kota se-Jabar.
"Ahamdulillah, Pemprov Jawa Barat dan 27 kabupaten/kota kerja sama dengan BRIN melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang teknologi dalam penanganan stunting. Insyaallah, tahun ini kita akan akselerasi penurunan stunting," ucap Herman Suryatman saat ditemui di Kantor BRIN Bandung, Kamis (20/6/2024).
Penanganan stunting di Jabar memerlukan berbagai dukungan dari lintas stakeholders.
Baca Lainnya :
- Sekda Jabar: Selesaikan PR Jabar dengan Prinsip Sabilulungan
- Bupati Cianjur Menggelar Silaturahmi dengan Ulama Didampingi Ketua PKB
- RSUD Sayang Cianjur Kurban 7 Sapi dan 10 Kambing
- Kabag Barjas Dampingi Sekda Cianjur Buka Giat Optimalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2024
- Kadis Dinkes Cianjur: Jika Prosesnya Lancar Pertengahan Tahun Ini RSUD Sindangbarang Bisa Difungsika
Dengan adanya kekuatan riset dari BRIN, Herman berharap bisa menurunkan angka stunting di Jabar demi generasi masa depan yang gemilang.
"Karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita, generasi penerus. Tidak ada tawar menawar, ini harus kita turunkan (stunting), dengan di-support oleh teman-teman dari BRIN dan kabupaten/kota. Semuanya sudah berkomitmen," tuturnya.
Herman juga meminta masyarakat berpartisipasi dengan pemerintah dalam mengedukasi anggota keluarga terkait pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak dimulai dari ketika seorang ibu hamil.
Ia menyebut ada tiga syarat untuk dilakukan. Pertama, yakni komitmen di setiap jenjang.
Kedua, partisipasi masyarakat bukan hanya ibu hamil atau remaja putri, tapi semua keluarga dan seluruh anggota masyarakat.
Ketiga, metodologi dengan bantuan teknologi informasi.
"Dengan tiga pendekatan tersebut stunting di Jawa Barat akan turun signifikan, zero new stunting," tandasnya.
Sementara itu Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Oetami Dewi menjelaskan, kegiatan FGD yang dilakukan merupakan bukti komitmen dari BRIN untuk mendorong penurunan stunting di Jabar.
"Pada FGD ini kita kumpulkan seluruh kabupaten/kota yang memiliki komitmen terhadap penurunan angka stunting se-Jawa Barat untuk saling sharing dan teknologi inovasi apa yang bisa disampaikan BRIN kepada daerah, juga apa yang dibutuhkan sehingga angka stunting bisa menurun dan ibu-ibu hamil tambah sehat," ujar Oetami Dewi. (tim).











