- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Rutilahu Dibangun Secara Bertahap Karena Anggaran Terbatas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perkim Kabupaten Cianjur Cepi Rahmat Fadiana.
Pinusnews.id - Masyarakat Kabupaten Cianjur masih cukup banyak yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu). Keadaan ini dikarenakan keterbatasan dana dalam APBD untuk pembangunan rutilahu tersebut tersebut.
Tetkait hal itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Cianjur Cepi Rahmat Fadiana mengatakan, rutilahu tak bisa dilepaskan dari kemiskinan ekstrem. Mengacu data
Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), terdapat sebanyak 198 ribu kepala keluarga yang dikategorikan miskin ekstrem.
Baca Lainnya :
- Mendorong Imigrasi Cianjur Bentuk Timpora Desa Cegah TPPO
- WJES 2024 Jawa Barat Optimistis Tingkatkan Kinerja Ekonomi
- Menkes Budi Ajak Kader Posyandu Melayani Ibu Hamil Hingga Lansia
- Menkes Budi Ajak Kader Posyandu Melayani Ibu Hamil Hingga Lansia
- Gerakan Masyarakat Cianjur Utara Menolak Keras Rencana Geothermal
"Tapi laporan dari setiap desa, secara akumulatif ada 10 ribuan lebih rutilahu di Kabupaten Cianjur. Tapi mungkin saja jumlahnya lebih banyak dari yang dilaporkan. Sebab, data P3KE, di Kabupaten Cianjur masih terdapat 198 ribuan KK yang dikategorikan miskin ekstrem yang salah satu kriterianya yaitu rutilahu," kata kadis Perkim kepada awak media, belum lama ini.
Mengenai keterbatasan itu, Cepi tidak memungkiri adanya anggaran perbaikan rutilahu yang dialokasikan dari
APBD relatif cukup kecil. Contohnya pada 2023, anggaran perbaikan
dari APBD hanya untuk 12 unit rutilahu
"Pada 2024 ini dari yang kami ajukan perbaikan, kemungkinan hanya 10 unit
rutilahu yang akan diperbaiki menggunakan dana APBD," paparnya.
Selain dari APBD, dana perbaikan rutilahu juga berasal dari bantuan Pemprov Jabar melalui Dinas Permukiman Jawa Barat. Kemudian ada yang ditangani pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Tahun 2023, jumlah rutilahu di Kabupaten Cianjur ditangani 1.358 unit. Rinciannya, sebanyak 180 unit biayanya berasal dari Bantuan
Pemprov Jabar, 1.166 unit melalui program BSPS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta 12 unit dialokasikan dari APBD Kabupaten Cianjur.
Selain itu, bantuan biaya perbaikan rutilahu bersumber dari program BSPS maupun Bantuan Pemprov Jabar sebesar Rp20 juta per unit. Biaya pelaksanaan pekerjaannya dilakukan tanpa beban pajak.
Adapun bantuan dari APBD Cianjur anggarannya dialokasikan sebesar Rp25 juta karena dikenai pajak dan sewa pihak ketiga.
Selanjutnya Cepi menuturkan bahwa program BSPS merupakan bantuan dari Kementerian PUPR
melalui anggota legislatif. Pemerintah daerah melalui Dinas Perkim hanya sebatas monitoring karena pelaksanaan pekerjaan dari Kementerian PU-Pera.
"Untuk Bantuan Pemprov Jabar diajukan setiap pemerintah desa melalui
SIPD (sistem informasi pembangunan daerah). Kemudian dilakukan verifikasi dan validasi untuk menentukan jumlah penerima manfaat. Dinas Perkim bertugas sebagai tim teknis," pungkasnya. (dens).











