- Inilah Sikap Politik Ketua PSI Cianjur Terhadap Persoalan UHC di Kabupaten Cianjur
- Rifki M Ramdan Percepat Transformasi Digitalisasi Pembelajaran SD di Cianjur
- BAZNAS Cianjur Turut Berduka: Doa dan Solidaritas untuk Korban KM Virgo Transport 8
- Dari 90 Gerai ke 203 Bangunan: Diskumdagin Cianjur Gerakkan Verifikasi Koperasi Merah Putih
- Kinerja Dinas PUTR Cianjur Hadirkan Infrastruktur untuk Kepentingan Masyarakat
- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
Rifki M Ramdan Percepat Transformasi Digitalisasi Pembelajaran SD di Cianjur

Keterangan Gambar : Kapala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, saat menjelaskan Bimtek digitalisasi pembelajaran jenjang SD.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur baru saja mencatat langkah penting dalam transformasi pendidikan dasar, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Bimbingan Teknis Daerah untuk digitalisasi pembelajaran jenjang SD.
Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat adopsi teknologi di ruang kelas. Di tengah dinamika tersebut, nama Rifki Mohammad Ramdan, Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, muncul sebagai penggerak utama yang memastikan kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh praktik mengajar sehari-hari.
Rifki menekankan bahwa esensi digitalisasi adalah peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar kehadiran gawai atau layar di sekolah.
Baca Lainnya :
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong percepatan transformasi digital di bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di satuan pendidikan,” ujarnya di Cianjur.
Pernyataan Rifki tersebut menjadi kompas bagi seluruh rangkaian bimbingan teknis dimana teknologi harus membuat proses belajar-mengajar lebih efektif, terukur, dan berdampak pada hasil belajar siswa.
Salah satu fokus utama yang digaungkan Rifki adalah optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID). Baginya, PID bukan pengganti guru, melainkan alat bantu yang membuka ruang kreativitas di kelas.
“Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), pendidik diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk belajar dengan memanfaatkan teknologi secara optimal,” jelas Rifki.
Dengan upaya pendekatan yang digerakkan seperti ini, para guru didorong merancang aktivitas yang memancing partisipasi aktif siswa, bukan sekadar memindahkan materi dari buku ke layar.
Yang membedakan kinerja Rifki adalah ketegasannya dalam menegaskan prinsip “teknologi yang bermakna”. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi diukur dari bagaimana perangkat dipakai untuk memperbaiki kualitas interaksi belajar, bukan dari jumlah alat yang dibeli.
“Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di sekolah, tetapi bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegas Rifki. Prinsip ini menjadi filter dalam setiap sesi bimbingan teknis: guru diajak bereksperimen dengan fitur PID, merancang skenario pembelajaran, dan mengevaluasi dampaknya terhadap keterlibatan siswa.
Dalam paparannya, Rifki juga menyoroti pentingnya literasi digital praktis bagi pendidik. Ia ingin para guru tidak hanya “bisa menyalakan” perangkat, tetapi mampu mengoptimalkan beragam fitur dan aplikasi pendukung untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik.
“Kalau sudah mampu mengoptimalkan perangkat dan teknologi digital, tentunya dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta menciptakan pengalaman belajar yang semakin menarik bagi peserta didik,” pungkas Rifki. Di sini terlihat pola kerja yang berorientasi hasil dimana pelatihan dirancang agar langsung bisa diterapkan, dengan contoh konkret penggunaan PID dalam berbagai mata pelajaran SD.
Langkah Rifki Mohammad Ramdan menunjukkan kepemimpinan yang membumi karena menerjemahkan program nasional menjadi praktik kelas yang hidup, mengukur keberhasilan dari dampak pedagogis, dan menempatkan guru sebagai subjek perubahan.
Dengan fokus pada pemanfaatan PID yang bermakna, ia tidak hanya mendorong digitalisasi, tetapi juga menumbuhkan budaya inovasi di kalangan pendidik SD Cianjur. Jika konsistensi ini terjaga, transformasi digital di Cianjur berpotensi menjadi model percontohan: teknologi yang benar-benar melayani pembelajaran, bukan sekadar pajangan. (dens).










