- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian (pakaian putih) bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, saat menghadiri peringatan HKGMN 2026.
Pinusnews.id - Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMN) 2026 di Cianjur bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata membangun kebiasaan sehat sejak dini. Di Lapangan Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, pada Jumat, 11 September 2026, ribuan warga, pelajar, dan pejabat daerah berkumpul dalam suasana penuh semangat untuk menyuarakan satu pesan sederhana namun penting yaitu sehat giginya, sehat senyumnya, sehat masyarakatnya.
Salah satu sorotan utama acara ini adalah komitmen kuat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, H. Ruhli Solehudin, untuk melibatkan 2.000 anak sekolah dasar dan menengah dalam kegiatan sikat gigi massal. Langkah ini bukan hanya soal angka, melainkan strategi edukatif agar anak-anak terbiasa merawat gigi dengan teknik dan waktu yang tepat.
“Ini merupakan bagian dari edukasi membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, khususnya bagi para pelajar atau anak sekolah di Kabupaten Cianjur,” kata Ruhli, menegaskan bahwa pendidikan kesehatan harus dimulai dari praktik langsung, bukan sekadar teori di kelas.
Baca Lainnya :
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
Rangkaian kegiatan dirancang interaktif dan inklusif. Setelah sikat gigi bersama, anak-anak langsung mendapat pemeriksaan gigi gratis, sementara masyarakat umum juga dilayani pada hari berikutnya. Formula F, sebagai mitra kegiatan, turut menyumbang 15.000 paket sikat dan pasta gigi sebagai bantuan konkret agar kebiasaan baik yang ditanamkan di acara bisa berlanjut di rumah. Dengan target 7.000 peserta (2.000 anak dan 5.000 warga), acara ini menjadi salah satu yang terbesar dalam rangkaian HKGMN 2026 di Jawa Barat.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, yang juga seorang dokter, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Baginya, edukasi kesehatan gigi dan mulut adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga.
“Pemberian bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut,” ujarnya. Dukungan bupati ini selaras dengan fokus Pemkab Cianjur pada program kesehatan dan pendidikan, termasuk beasiswa dan layanan BPJS bagi warga tidak mampu.
Kesehatan gigi sering dianggap remeh, padahal dampaknya luas: dari gangguan makan, tidur, hingga konsentrasi belajar. Dengan melibatkan 2.000 pelajar secara langsung, Disdikpora Cianjur menunjukkan bahwa kesehatan gigi adalah bagian dari ekosistem pendidikan yang sehat.
Anak yang giginya sehat cenderung lebih percaya diri, lebih fokus di kelas, dan lebih aktif berprestasi. Inilah mengapa gerakan sikat gigi massal bukan sekadar simbolis, tapi langkah strategis membangun generasi kuat Indonesia—sesuai tema “Formula Generasi Kuat Indonesia”.
Acara di Desa Sabandar menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil: menyikat gigi dua kali sehari dengan benar. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan tentu saja partisipasi aktif 2.000 pelajar Cianjur, harapan akan masyarakat yang lebih sehat semakin nyata.
Seperti pesan penutup kegiatan ini, “Mari bersama-sama membangun kebiasaan hidup sehat, dimulai dari gigi dan mulut yang sehat! Sehat Giginya, Sehat Senyumnya, Sehat Masyarakatnya.” (dens).










