- Bapenda Cianjur Tunjukkan Kinerja Berpihak pada Rakyat melalui Santunan Anak Yatim
- Kejari Cianjur Perkuat Sinergi Reforma Agraria demi Kepastian Lahan bagi Warga
- Bukan Sekedar Nyanyi Indonesoa Raya: Disdikpora Cianjur Bangkitkan Semangat Kebangsaan
- KDM : Pilkades Elektronik Digital Lebih Murah, Cepat, dan Meminimalisir Kecurangan
- Menata Bangunan Liar di Cianjur: Antara Pengamanan Aset dan Kehidupan Warga
- Jumat Bersih: Wujud Nyata Kepedulian Sekretariat DPRD Cianjur pada Lingkungan
- Pilkades Digital Cianjur 2026: Langkah Baru Demokrasi Desa
- Cianjur Kirim 462 Kontingen ke PORPROV XV Jawa Barat 2026
- Diskominfo Cianjur Perkuat Budaya Bersih untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Jumat Bersih BKPSDM Cianjur: Menjaga Lingkungan, Membangun Budaya Kerja
Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Erupsi Anak Krakatau pada awal September 2026 bukan hanya menyisakan jejak abu dan lava, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga lima pewarta dan 3 awak kapal yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Saat tim SAR gabungan masih berupaya mencari mereka pada Rabu, 9 September 2026, seluruh Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Cianjur tampil dengan sikap kemanusiaan yang menyentuh hati.
Keluarga Besar BAZNAS Cianjur mengajak semua pihak untuk memanjatkan doa demi keselamatan para jurnalis, menunjukkan bahwa di tengah bencana, solidaritas dan empati adalah bahasa universal yang menyatukan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, dengan suara bergetar penuh haru menyampaikan harapan yang dalam.
Baca Lainnya :
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada mereka yang masih dalam pencarian dan mempertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Kalimat itu bukan sekadar doa, melainkan cerminan kepedulian lintas iman dan latar belakang. Dalam momen sulit seperti ini, BAZNAS Cianjur tidak hanya hadir sebagai lembaga zakat, tetapi sebagai simbol toleransi kemanusiaan yang mengayomi siapa saja, tanpa membedakan profesi, agama, atau status sosial.
Sikap BAZNAS Cianjur ini patut diapresiasi tinggi. Di tengah duka dan ketidakpastian, mereka memilih jalan damai dengan mengedepankan doa dan dukungan moral. Tindakan ini mengingatkan kita bahwa nilai-nilai kemanusiaan sejati tumbuh subur ketika kita saling merangkul dalam kesulitan.
Semoga langkah mulia dari Keluarga Besar BAZNAS Cianjur ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, bahwa toleransi dan kepedulian adalah kekuatan nyata yang mampu menerangi kegelapan bencana. (dens).


.jpg)
.jpg)
.jpg)






