Dari 90 Gerai ke 203 Bangunan: Diskumdagin Cianjur Gerakkan Verifikasi Koperasi Merah Putih

14 Sep 2026, 07:52:02 WIB PERISTIWA
Dari 90 Gerai ke 203 Bangunan: Diskumdagin Cianjur Gerakkan Verifikasi Koperasi Merah Putih

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Budhi Rahayu Toyib.


Pinusnews.id - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur menunjukkan taringnya dalam mengawal program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan sigap, dinas yang dipimpin Budhi Rahayu Toyib ini bersiap melakukan verifikasi faktual terhadap 90 unit KDKMP yang sudah selesai dibangun, dimana langkah konkret memastikan koperasi rakyat benar-benar siap beroperasi, bukan sekadar bangunan berdiri tanpa fungsi.

Sebelum tim Diskumdagin turun ke lapangan, prosesnya berjalan berjenjang dan terkoordinasi. Bangunan KDKMP dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Agrinas oleh Kodim sebagai koordinator fisik. Setelah Agrinas mengecek dan melengkapi barang serta alat, barulah Diskumdagin melakukan verifikasi faktual.

“Jadi verifikasi faktual tersebut dilakukan setelah kita menerima list KDKMP yang selesai dibangun. Sementara ini dalam list tersebut ada 90 unit KDKMP yang akan diverifikasi faktual oleh kita,” ujar Budhi di Cianjur, Minggu 13 September 2026.

Baca Lainnya :

Verifikasi ini bukan formalitas. Hasilnya menentukan nasib operasional koperasi dalam tiga kategori yakni laik dioperasionalkan, laik dengan catatan, dan tidak laik. Bagi yang belum laik, harus melengkapi persyaratan yang kurang; verifikasi ulang akan dilakukan bersamaan dengan KDKMP lain yang belum diverifikasi.

“Bagi KDKMP yang belum laik, harus memenuhi persyaratan yang belum terpenuhi. Nantinya akan dilakukan verifikasi faktual kembali. Sedangkan yang sudah dipastikan laik bisa langsung beroperasi,” tegas Budhi.

Di balik angka 90 yang akan diverifikasi, ada capaian lebih besar yaitu total 203 unit bangunan KDKMP sudah terbangun di Cianjur. Ini menunjukkan progres fisik yang signifikan dari target 360 unit. Namun, 113 unit lainnya masih tertunda karena masalah status kepemilikan tanah semacam tantangan klasik yang kini jadi fokus penyelesaian. 

“Berdasarkan data yang tercatat bangunan KDKMP yang sudah terbangun di Kabupaten Cianjur sebanyak 203 unit, dan 90 di antaranya mulai memasuki proses verifikasi faktual. Sementara 113 unit bangunan KDKMP belum terbangun, karena terdapat beberapa permasalahan yang harus diselesaikan terlebih dulu, seperti status kepemilikan tanah,” papar Budhi.

Diskumdagin Cianjur tidak main-main. Tim verifikasi sudah dibentuk lewat SK Bupati, dan proses lapangan ditargetkan rampung sekitar dua pekan. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik bangunan hingga kelengkapan barang dan peralatan operasional bahkan armada jika ada.

“Verfal tahap pertama untuk 90 KDKMP yang sudah terbangun sarana dan prasarananya sudah lengkap,” kata Budhi, seraya menambahkan bahwa hasil verifikasi kabupaten akan dilaporkan ke kementerian.

Kinerja Diskumdagin Cianjur tak hanya di KDKMP. Dinas yang sama juga mencatat 400 pelaku UMKM akan menerima bantuan hibah barang pada September 2026, mulai kompor, mixer, mesin jus, hingga alat pengolahan sesuai proposal usaha masing-masing. Ini menunjukkan pendekatan holistik yang memperkuat koperasi sekaligus mendorong produktivitas UMKM lokal. 

Verifikasi faktual ini adalah gerbang penting untuk memastikan KDKMP bukan proyek fisik semata, tapi lembaga ekonomi yang hidup, melayani, dan mandiri. Dengan langkah terstruktur, target jelas, dan transparansi kategori kelulusan, Diskumdagin Cianjur memberi contoh bagaimana pemerintah daerah bisa menjadi motor penggerak program nasional tanpa kehilangan fokus pada realitas lapangan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Cuaca Cianjur

Memuat data...


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.