Respons Disnakertrans Cianjur: WFH Fleksibel untuk Penghematan Energi di Perusahaan Swasta.

08 Apr 2026, 08:50:11 WIB PERISTIWA
Respons Disnakertrans Cianjur: WFH Fleksibel untuk Penghematan Energi di Perusahaan Swasta.

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Denny W Lesmana.


Pinusnews.id - Dalam upaya untuk menghemat energi sambil mempertahankan produktivitas, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026 mengimbau perusahaan menerapkan Work From Home (WFH) selama satu hari dalam seminggu. Kebijakan ini tidak bersifat mengikat, melainkan fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan, khususnya di sektor swasta. Di Kabupaten Cianjur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menunjukkan responsivitas tinggi dengan segera menyampaikan imbauan ini ke seluruh perusahaan di wilayahnya, memastikan implementasi berjalan lancar tanpa membebani operasional bisnis.

Kepemimpinan Kadisnakertrans Cianjur, Denny W. Lesmana, menjadi ujung tombak dalam kecepatan tanggap ini. Hanya dalam waktu singkat pasca-terbitnya surat edaran, Disnakertrans Cianjur telah mendistribusikannya secara menyeluruh kepada perusahaan swasta di Cianjur. Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen Disnakertrans untuk menjembatani kebijakan pusat dengan realitas lapangan, sehingga perusahaan swasta dapat dengan cepat beradaptasi tanpa kebingungan.

Respons cepat seperti ini tidak hanya mempercepat diseminasi informasi, tapi juga membangun kepercayaan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Baca Lainnya :

“Surat edaran dari Kementerian sudah kami sampaikan. Untuk teknis pelaksanaannya di lapangan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan,” ujar Denny W. Lesmana di Cianjur pada Selasa, 7 April 2026. Pernyataan ini menegaskan betapa Disnakertrans Cianjur tidak hanya bertindak cepat, tapi juga bijaksana dalam memberikan ruang fleksibilitas. Dengan pendekatan ini, dinas berhasil menghindari resistensi dari perusahaan yang mungkin kesulitan menerapkan WFH secara kaku.

Namun, Denny menekankan bahwa tidak semua sektor usaha cocok dengan WFH. Sektor produksi, misalnya, memerlukan kehadiran fisik pekerja untuk menjaga kelancaran operasional harian.

“Tidak bisa semua diterapkan, terutama sektor produksi. Yang memungkinkan WFH itu biasanya hanya bagian administrasi. Tapi balik lagi, itu semuanya menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahannya,” jelasnya lebih lanjut.

Penjelasan ini menunjukkan pemahaman mendalam Disnakertrans Cianjur terhadap dinamika industri swasta di Cianjur, sehingga imbauan WFH tetap realistis dan efektif.

Kecepatan tanggap Disnakertrans Cianjur patut diapresiasi karena langsung berdampak positif bagi perusahaan swasta. Banyak perusahaan administratif kini dapat menerapkan WFH satu hari seminggu, mengurangi konsumsi energi seperti listrik dan BBM tanpa mengganggu produktivitas.

Langkah ini juga selaras dengan semangat penghematan energi nasional, di mana Cianjur menjadi contoh bagi daerah lain dalam koordinasi yang lincah. Kinerja Disnakertrans Cianjur membuktikan bahwa pemerintah daerah bisa menjadi katalisator kebijakan pusat. Dengan distribusi surat edaran yang cepat dan fleksibel, perusahaan swasta di Cianjur kini lebih siap menghadapi tantangan energi sambil menjaga kesejahteraan pekerja. Inisiatif ini berpotensi menjadi model bagi implementasi kebijakan serupa di masa depan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment