- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Monolog Budaya dan Peran Pers dalam Menguatkan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Cianjur

Keterangan Gambar : Salah satu tampilan dari pentas monolog seni budaya hasil kolaborasi PWI Cianjur dan Disbudpar Cianjur.
Pinusnews.id - Upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal terus dilakukan di berbagai daerah, salah satunya di Cianjur. Kolaborasi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghadirkan ruang kreatif sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Melalui pentas monolog seni budaya yang digelar pada Minggu malam, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana strategis dalam memperkenalkan identitas budaya lokal kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 Banten yang dirancang lebih dari sekadar seremoni. Dengan menghadirkan pertunjukan seni, acara ini membuka ruang apresiasi bagi para pelaku seni, baik lokal maupun nasional. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan hari besar nasional dapat dimaknai secara lebih substansial, yaitu dengan memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan pelaku budaya.
Baca Lainnya :
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, menegaskan pentingnya seni dan budaya dalam membangun daya tarik wisata daerah. Ia menyampaikan, “Pagelaran monolog ini menjadi kebanggaan tersendiri. Selain berkualitas, pertunjukan ini juga bagian dari tur lintas kota, mulai dari Sukabumi hingga Bandung,” tuturnya.
Dia menambahkan, seni pertunjukan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi dan promosi wilayah.
Di sisi lain, Ketua PWI Cianjur, Mochamad Ikhsan, menyoroti peran insan pers dalam mendukung pengembangan kebudayaan. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dalam rangka Hari Pers Nasional Banten 2026, kami bisa menghadirkan pertunjukan monolog dari seniman bereputasi nasional. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara berkelanjutan," uangkapnya.
Menurut Ikhsan, semua ini memperlihatkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai motor penggerak kegiatan sosial dan budaya.
Lebih jauh, Ikhsan menekankan bahwa penguatan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya. Sinergi antara pemerintah, komunitas seni, dan media menjadi kunci utama dalam mengembangkan potensi lokal secara maksimal. Tanpa kolaborasi yang solid, berbagai potensi tersebut akan sulit berkembang dan dikenal secara luas.
Sebagai langkah konkret, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Lembaga Kebudayaan PWI Cianjur. Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu menjembatani kepentingan insan pers dan pelaku budaya. Dengan demikian, upaya pelestarian sekaligus pengembangan nilai-nilai kearifan lokal dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan pentas monolog ini menjadi bukti bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada kekuatan budaya yang dimiliki suatu daerah. Dengan sinergi yang terus diperkuat, Cianjur memiliki peluang besar untuk tampil sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. (dens).











