- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Ratusan Petani Demo Bupati Cianjur, Tuntut Tanah Garapan

Keterangan Gambar : Tampak Asda 1 Pemda Cianjur Arief Purnawan berada di tengah-tengah aksi demo para petani.
pinusnews.id Cianjur -Sekitar 200 orang petani penggarap Tanah Terlantar dari 9 Kecamatan di Kabupaten Cianjur, lakukan demo tuntut Bupati Cianjur Herman Suherman.
Tuntutan disampaikan para petani penggarap saat melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Cianjur, Senin (10/10/2022).
Baca Lainnya :
- Agus Chandra Tim Teknis Gelaran Hari Santri di Cianjur
- Soal Pertanian, Cianjur Akan Kerja Sama dengan Jepang
- Ada Tiga Bupati Cianjur Tidak Bergelar Wiratanudatar, Kok Bisa?
- Fenomena Pelakor
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
Dalam pers rilisnya, petani penggarap yang tergabung dalam Perkumpulan Peggarap Tanah Terlantar (P2T2) menuntut Bupati Cianjur dan Kepala Kantor Pertanahan Agraria dan Tata Ruang/ATR BPN (dalam gugus tugas reformasi agraria), berkomitmen kepada seluruh penggarap tanah terlantar di Kabupaten Cianjur.
Berikut tuntutannya ;
1. Menuntaskan konflik agraria yang terjadi di kabupaten Cianjur serta menyelesaikan permasalahan pertanahan di kabupaten Cianjur.
2. Segera mewujudkan kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Cianjur untuk menerbitkan keputusan terkait tanah terlantar dalam konteks Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai (HP) serta kehutanan yang sudah tidak beroperasi atau diterlantarakan, kemudian segera mencabutnya di seluruh Kabupaten Cianjur.
3. Mendesak agar Ketua GTRA Kabupaten Cianjur yang sekaligus sebagai Bupati Cianjur untuk segera menggerakkan tim khusus penyelesaian konflik agraria yang berimbas pada persoalan hukum di Kabupaten Cianjur.
4. Mendesak ATR/BPN untuk segera menyelesaikan redistribusi prioritas Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) lahan eks HGU di Kabupaten Cianjur.
5. Mendesak APH untuk memberikan perlindungan hukum kepada para penggarap tanah teriantar terkhusus di atas lahan eks HCU seperti HGU PT. MPM dan tanah negara terlantar yang secara diam-diam didaftarkan sertifikasinya di wilayah Desa Kamurang yang kemudian para penggarapnya diintimidasi dan dikriminalisasi.
6. Secara hukum menginvestigasi tentang eks HGU PT Sidran yang menjadi HGU perusahaan lain setelah direkomendasi oleh Bupati tahun 2005 lalu.
7. Melaksanakan Redistribusi tanah negara eks PT MPM sesegera mungkin dengan cara menetapkan jadwal kerja GTRA.
8. Mendorong menuntaskan proses hukum para penggarap di lahan Eks HGU PT. Mutiara Bumi Parahiangan/ Perkebunan Mariwati bekas SHGU Cikancana 1 dan 2 Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, agar SHM yang sudah terbit atas nama penggarap yang saat ini dikuasi oleh MAFIA TANAH segera diserahkan kepada para penggarap yang berhak atau cara lain yang sah secara hukum.
9. Memberikan hak kepada para penggarap eks. Lahan HGU PT. MBP untuk menjaga dan menatakelola tanah aset milik Pemerintah kabupaten Cianjur yang berada di lahan eks. HGU PT. MUTIARA BUMI PARAHIANGAN Kecamatan Sukaresmi agar tidak seperti yang lalu dikuasai dan diperjual-belikan oleh MAFIA TANAH.
10. Segera menetapkan eks HGU PT. CIRANJI yang berlokasi di Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, untuk menjadi tanah objek Reforma Agraria (TORA) oleh GTRA kabupaten Cianjur.
11. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara terlantar di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015, tentang Pemanfaatan dan Penyelesaian Masalah Tanah Kosong dan Tanah yang Terindikasi Terlantar.
12. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara yang dilekatkan dengan eks HGU akan tetapi dalam kondisi terlantar yang berlokasi di Desa Cibokor dan Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015.
13. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara terlantar di Desa Wanasari, Desa Mekarsari, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015.
14. Segera menuntaskan tanah negara yang berlokasi di Desa Tanjungsari dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Agrabinta, yang pernah diperuntukan transmigrasi lokal namun ternyata sampai dengan saat ini dalam kondisi terlantar/tidak dikelola sebagaimana mestinya. Penuntasan agar berorientasi kepada Perda No.1 thn. 2015.
15. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara yang dilekatkan dengan eks HGU akan tetapi dalam kondisi terlantar yang berlokasi di Desa Cinta Asih, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015.
16. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara yang pernah dilekatkan dengan eks HGU akan tetapi dalam kondisi terlantar yang berlokasi di Desa Pananggapan, Desa Girijaya dan Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015.
17. Melakukan upaya hukum dan atau identifikasi tanah negara yang dilekatkan dengan eks HGU akan tetapi dalam kondisi terlantar yang berlokasi di Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dengan berorientasikan kepada Perda No.1 thn. 2015.
18. Sesegera harus merealisasikan SK. Kepala Kanwil Kementrian ATR/BPN Jawa Barat nomor: 48/KEP-32.16/11/2011 tentang Penetapati Lokasi Penertiban Tanah Terlantar Propinsi Jawa Barat atas HGU yang diberikan kepada PT. PASIR KALAPA yang terletak di Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Selanjutnya, beberapa para petani berdialog dengan Bupati Cianjur. Dialog itu dipandu oleh Asda I Pemda Cianjur Arief Purnawan diikitu pihak terkait lainnya, di Bale Prayoga Pemda Cianjur.
Menurut salah seorang utusan petani, Bupati berjanji hasil dari dialog tersebut akan diketahui 2 minggu ke depan. (ds).











