- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Pemerintah Belum Membantu Korban Bencana Pergerakan Tanah di Cibanteng Sukaresmi

Keterangan Gambar : Tampak keberadaan rumah akibat bencana pergeseran tanah di wilayah kecamatan Sukaresmi, Cianjur.
Pinusnews.id - Warga korban bencana alam pergeseran tanah di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi butuh bantuan dari pemerintah. Mereka mengaku sampai saat ini belum ada bantuan perbaikan bangunan dari pemerintah.
"Mereka baru menerima bantuan beras 10 kg dari Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan tenda dari Dinsos Kabupaten Cianjur," ujar Kepala Desa (Kades) Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi Muryani, belum lama ini.
Muryani menjelaskan setelah Gempa Bumi Cianjur 2021 akhir, dalam kurun waktu dua tahun tepatnya di bulan Maret 2023 di Kampung Kabandungan dan Kampung Sirnagalih diguncang pergerakan tanah.
Baca Lainnya :
- Ketua PWI Cianjur Ahmad Fikri: Setiap Bulan Ramadhan Bagikan Santunan Kepada Yatim Piatu
- Ramadhan Festival Rayakan Sensasi Berbagi di Bulan Suci di UNPI
- Ramadhan Festival Rayakan Sensasi Berbagi di Bulan Suci di UNPI
- Satlantas Polres Cianjur, Pengemudi Diminta Hati-hati Saat di Jalur Puncak
- Penjabat Gubernur Bey Machmudin Sampaikan Dua Rancangan Perda kepada DPRD
Selanjutnya terjadi bencana pergeseran tanah pada bulan Agustus 2023 yang mengakibatkan puluhan bangunan rumah rusak parah, sehingga 44 Kepala Keluarga (KK) mengungsi mendirikan tenda di lahan milik warga.
Enam bulan kemudian tepatnya pada bulan Februari 2024 intensitas hujan cukup tinggi mempengaruhi pergerakan, hingga pergeseran tanah terjadi di Kampung Cibereum mengakibatkan bangunan rumah 4 Kepala Keluarga (KK) mengalami tembok rumah tetak-retak.
Menurut Muryani, laporan dan pengajuan bantuan sudah dilayangkan kepada Pemda Kabupaten Cianjur melalui Distarkim dan BPBD. Namun katanya menunggu tahap empat.
Kades Cibanteng berharap Pemerintah segera merealisasi bantuan untuk para korban bencana pergeseran tanah. Sementara upaya yang dilakukan belakangan ini pihak desa telah menyodorkan proposal bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional melalui UPZ Baz Sukaresmi.
Muryani menambahkan saat ini warga korban bencana pergerakan tanah masih ada yang bertahan tidur di tenda, ada pula yang mengungsi di sanak keluarganya, ada pula yang mengontrak rumah di luar wilayah Desa Cibanteng.
"Selain itu ada juga yang mengalami kondisi trauma hingga meninggal dunia," pungkasnya. (tim).











