- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Pemerintah Belum Membantu Korban Bencana Pergerakan Tanah di Cibanteng Sukaresmi

Keterangan Gambar : Tampak keberadaan rumah akibat bencana pergeseran tanah di wilayah kecamatan Sukaresmi, Cianjur.
Pinusnews.id - Warga korban bencana alam pergeseran tanah di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi butuh bantuan dari pemerintah. Mereka mengaku sampai saat ini belum ada bantuan perbaikan bangunan dari pemerintah.
"Mereka baru menerima bantuan beras 10 kg dari Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan tenda dari Dinsos Kabupaten Cianjur," ujar Kepala Desa (Kades) Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi Muryani, belum lama ini.
Muryani menjelaskan setelah Gempa Bumi Cianjur 2021 akhir, dalam kurun waktu dua tahun tepatnya di bulan Maret 2023 di Kampung Kabandungan dan Kampung Sirnagalih diguncang pergerakan tanah.
Baca Lainnya :
- Ketua PWI Cianjur Ahmad Fikri: Setiap Bulan Ramadhan Bagikan Santunan Kepada Yatim Piatu
- Ramadhan Festival Rayakan Sensasi Berbagi di Bulan Suci di UNPI
- Ramadhan Festival Rayakan Sensasi Berbagi di Bulan Suci di UNPI
- Satlantas Polres Cianjur, Pengemudi Diminta Hati-hati Saat di Jalur Puncak
- Penjabat Gubernur Bey Machmudin Sampaikan Dua Rancangan Perda kepada DPRD
Selanjutnya terjadi bencana pergeseran tanah pada bulan Agustus 2023 yang mengakibatkan puluhan bangunan rumah rusak parah, sehingga 44 Kepala Keluarga (KK) mengungsi mendirikan tenda di lahan milik warga.
Enam bulan kemudian tepatnya pada bulan Februari 2024 intensitas hujan cukup tinggi mempengaruhi pergerakan, hingga pergeseran tanah terjadi di Kampung Cibereum mengakibatkan bangunan rumah 4 Kepala Keluarga (KK) mengalami tembok rumah tetak-retak.
Menurut Muryani, laporan dan pengajuan bantuan sudah dilayangkan kepada Pemda Kabupaten Cianjur melalui Distarkim dan BPBD. Namun katanya menunggu tahap empat.
Kades Cibanteng berharap Pemerintah segera merealisasi bantuan untuk para korban bencana pergeseran tanah. Sementara upaya yang dilakukan belakangan ini pihak desa telah menyodorkan proposal bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional melalui UPZ Baz Sukaresmi.
Muryani menambahkan saat ini warga korban bencana pergerakan tanah masih ada yang bertahan tidur di tenda, ada pula yang mengungsi di sanak keluarganya, ada pula yang mengontrak rumah di luar wilayah Desa Cibanteng.
"Selain itu ada juga yang mengalami kondisi trauma hingga meninggal dunia," pungkasnya. (tim).











