- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Pemdaprov Jabar Uji Coba Dua Koridor BRT Bandung Raya

Keterangan Gambar : BRT direncanakan menggunakan bus listrik untuk menarik minat masyarakat.
Pinusnews.id - Pemdaprov Jabar akan melakukan ujicoba dua koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya awal 2024.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar Iendra Sofyan, ujicoba dua koridor baru akan dilakukan tiga bulan pertama 2024, meliputi rute Cibiru - Kebon Kalapa dan Stasiun Hall - Stasiun KA Cepat Tegalluar.
"Kita akan ujicoba dalam tiga bulan ini. Kita juga sudah mengambil alih dua koridor sebelumnya yang dikelola Kemenhub yaitu BEC - Baleendah dan Alun-alun Bandung - Cimahi - Padalarang - Stasiun Kereta Cepat," kata Iendra di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Soal Isu Menteri Mundur, Presiden Jokowi Pastikan Kabinet Tetap Bekerja
- Selamat, Dinas Sosial Cianjur Sabet Dua Penghargaan Nasional
- Bey Machmudin Dampingi Menteri ATR Berikan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Longsor
- Kemensos Tangani Siswi Korban Rudapaksa Gurunya
- Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi
Penambahan dua jalur baru BRT itu direncanakan menggunakan bus listrik, untuk semakin menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal bertenaga listrik.
"Kita rencanakan menggunakan bus listrik, ini sebagai upaya menarik minat menggunakan transportasi massal terutama yang menggunakan tenaga listrik," tambahnya.
Skema yang digunakan untuk mengoperasikan BRT Bandung Raya, menurut Iendra, masih menggunakan sekama Buy The Service (BTS), seperti yang dilakukan Kemenhub selama ini.
"Masih menggunakan BTS, jadi kita tinggal bayar operator saja. Jadi sistemnya kita menutup biaya operasional operator, agar tiket ke masyarakatnya tetap murah. Kenapa kita menggunakan skema BTS, karena kita belum memiliki badan khusus pengelola transportasi," jelasnya.
Iendra menegaskan, jika hasil uji coba dalam tiga bulan pertama 2024 berhasil, maka secara resmi dua koridor baru BRT itu akan beroperasi mulai 3 bulan terakhir 2024. (Tim).











