- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Pemdaprov Jabar Uji Coba Dua Koridor BRT Bandung Raya

Keterangan Gambar : BRT direncanakan menggunakan bus listrik untuk menarik minat masyarakat.
Pinusnews.id - Pemdaprov Jabar akan melakukan ujicoba dua koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya awal 2024.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar Iendra Sofyan, ujicoba dua koridor baru akan dilakukan tiga bulan pertama 2024, meliputi rute Cibiru - Kebon Kalapa dan Stasiun Hall - Stasiun KA Cepat Tegalluar.
"Kita akan ujicoba dalam tiga bulan ini. Kita juga sudah mengambil alih dua koridor sebelumnya yang dikelola Kemenhub yaitu BEC - Baleendah dan Alun-alun Bandung - Cimahi - Padalarang - Stasiun Kereta Cepat," kata Iendra di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Soal Isu Menteri Mundur, Presiden Jokowi Pastikan Kabinet Tetap Bekerja
- Selamat, Dinas Sosial Cianjur Sabet Dua Penghargaan Nasional
- Bey Machmudin Dampingi Menteri ATR Berikan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Longsor
- Kemensos Tangani Siswi Korban Rudapaksa Gurunya
- Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi
Penambahan dua jalur baru BRT itu direncanakan menggunakan bus listrik, untuk semakin menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal bertenaga listrik.
"Kita rencanakan menggunakan bus listrik, ini sebagai upaya menarik minat menggunakan transportasi massal terutama yang menggunakan tenaga listrik," tambahnya.
Skema yang digunakan untuk mengoperasikan BRT Bandung Raya, menurut Iendra, masih menggunakan sekama Buy The Service (BTS), seperti yang dilakukan Kemenhub selama ini.
"Masih menggunakan BTS, jadi kita tinggal bayar operator saja. Jadi sistemnya kita menutup biaya operasional operator, agar tiket ke masyarakatnya tetap murah. Kenapa kita menggunakan skema BTS, karena kita belum memiliki badan khusus pengelola transportasi," jelasnya.
Iendra menegaskan, jika hasil uji coba dalam tiga bulan pertama 2024 berhasil, maka secara resmi dua koridor baru BRT itu akan beroperasi mulai 3 bulan terakhir 2024. (Tim).











