- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Kata Bupati: 2 Minggu Lagi 800 Miliar Bantuan Ditransfer ke Pemkab Cianjur untuk Penyintas Korban Ge

Keterangan Gambar : Korban gempa bumi Cianjur masih hidup di tenda sudah hampir 2 tahun.
Pinusnews.id - Warga penyintas korban gempa bumi magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur sudah hampir dua tahun masih tinggal di tenda darurat karena hingga kini masih belum mendapat santunan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Asep Sodikin, penyintas gempa asal Kampung Cikadu RT 04/04 Desa Gasol Kecamatan Cugenang. Asep dan keluarganya tinggal di tenda terpal seadanya karena tidak memiliki modal untuk membangun kembali rumahnya yang hancur.
"Sejak gempa terjadi waktu itu, saya memang tinggal di sini," kata Asep sambil menunjukkan tendanya, Kamis (25/4/2024).
Baca Lainnya :
- Kini Ada 45 Desa di Cianjur Menyandang Status Desa Mandiri
- Bupati Cianjur: Tingkatkan Kewaspadaan Menghadapi Berbagai Potensi Bencana
- Bey Machmudin Harap BI Tetap Sinergi dengan Pemdaprov Jabar Muhamad Nur Kepala BI Jabar yang Baru
- Kurang Ruang Kelas, Pelajar SD Cikaso di Sukaresmi Cianjur Belajar di Teras
- Permata Kamila Turunkan Kasus Stunting di Cianjur
Dilahan bekas bangunan rumahnya berukuran sekitar 7x5 meter persegi yang hancur, Asep memasang terpal untuk melindungi keluarganya dari panas dan hujan. Kondisi itu sudah berlangsung hingga saat ini pascagempa pada 21 November 2022.
Selama ini Asep tinggal bersama istri dan dua orang anak serta satu orang cucu. Asep mengaku tak mengetahui persis alasan dirinya belum mendapatkan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Padahal berkas-berkasnya sudah lengkap diserahkan kepada petugas desa. Sedangkan tetangga yang juga terkena gempa hampir semuanya sudah mendapatkan bantuan stimulan perbaikan rumah. Bahkan sudah mendiami bangunan rumah yang baru.
"Saya juga tidak tahu alasannya apa, hingga saat ini saya belum menerima bantuan pembangunan kembali rumah akibat gempa. Padahal persyaratan sudah saya serahkan bahkan bareng dengan tetangga saya. Namun anehnya tetangga saya sudah mendapat bantuan sedangkan saya belum. Buku rekening juga belum keterima," ungkap Asep.
Menurut Asep, sudah bosan bolak balik puluhan kali menanyakan bantuan stimulan ke desa atau pihak yang berwenang. Namun informasinya, sudah terdata dan akan mendapatkannya pada bantuan tahap keempat namun hingga kini belum ada juga.
"Hingga kini belum ada informasi yang pasti kapan pencairan bantuan tahap keempat akan turun. Adik saya juga yang tinggal disebelah, sama belum mendapatkan bantuan. Adik saya juga sama seperti saya masih tinggal di tenda," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, informasi yang diterimanya, anggaran bantuan stimulan tahap keempat saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan yang merupakan pengajuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dari hasil verifikasi dan validasi data, kata dia, jumlah penerima bantuan stimulan tahap keempat sekitar 36 ribu lebih kepala keluarga. Nilai bantuannya mencapai lebih kurang sebesar Rp800 miliar.
Herman berharap dalam waktu dekat anggarannya bisa segera ditransfer dari Kementerian Keuangan ke Pemkab Cianjur.
"Insya Allah, semoga saja dalam dua minggu ini bisa selesai dan segera ditransfer ke Kabupaten Cianjur. Doakan saja. Intinya saya dengan masyarakat, ingin cepat terealisasi," pungkas Herman. (tim).











