- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Kata Bupati: 2 Minggu Lagi 800 Miliar Bantuan Ditransfer ke Pemkab Cianjur untuk Penyintas Korban Ge

Keterangan Gambar : Korban gempa bumi Cianjur masih hidup di tenda sudah hampir 2 tahun.
Pinusnews.id - Warga penyintas korban gempa bumi magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur sudah hampir dua tahun masih tinggal di tenda darurat karena hingga kini masih belum mendapat santunan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Asep Sodikin, penyintas gempa asal Kampung Cikadu RT 04/04 Desa Gasol Kecamatan Cugenang. Asep dan keluarganya tinggal di tenda terpal seadanya karena tidak memiliki modal untuk membangun kembali rumahnya yang hancur.
"Sejak gempa terjadi waktu itu, saya memang tinggal di sini," kata Asep sambil menunjukkan tendanya, Kamis (25/4/2024).
Baca Lainnya :
- Kini Ada 45 Desa di Cianjur Menyandang Status Desa Mandiri
- Bupati Cianjur: Tingkatkan Kewaspadaan Menghadapi Berbagai Potensi Bencana
- Bey Machmudin Harap BI Tetap Sinergi dengan Pemdaprov Jabar Muhamad Nur Kepala BI Jabar yang Baru
- Kurang Ruang Kelas, Pelajar SD Cikaso di Sukaresmi Cianjur Belajar di Teras
- Permata Kamila Turunkan Kasus Stunting di Cianjur
Dilahan bekas bangunan rumahnya berukuran sekitar 7x5 meter persegi yang hancur, Asep memasang terpal untuk melindungi keluarganya dari panas dan hujan. Kondisi itu sudah berlangsung hingga saat ini pascagempa pada 21 November 2022.
Selama ini Asep tinggal bersama istri dan dua orang anak serta satu orang cucu. Asep mengaku tak mengetahui persis alasan dirinya belum mendapatkan bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Padahal berkas-berkasnya sudah lengkap diserahkan kepada petugas desa. Sedangkan tetangga yang juga terkena gempa hampir semuanya sudah mendapatkan bantuan stimulan perbaikan rumah. Bahkan sudah mendiami bangunan rumah yang baru.
"Saya juga tidak tahu alasannya apa, hingga saat ini saya belum menerima bantuan pembangunan kembali rumah akibat gempa. Padahal persyaratan sudah saya serahkan bahkan bareng dengan tetangga saya. Namun anehnya tetangga saya sudah mendapat bantuan sedangkan saya belum. Buku rekening juga belum keterima," ungkap Asep.
Menurut Asep, sudah bosan bolak balik puluhan kali menanyakan bantuan stimulan ke desa atau pihak yang berwenang. Namun informasinya, sudah terdata dan akan mendapatkannya pada bantuan tahap keempat namun hingga kini belum ada juga.
"Hingga kini belum ada informasi yang pasti kapan pencairan bantuan tahap keempat akan turun. Adik saya juga yang tinggal disebelah, sama belum mendapatkan bantuan. Adik saya juga sama seperti saya masih tinggal di tenda," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, informasi yang diterimanya, anggaran bantuan stimulan tahap keempat saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan yang merupakan pengajuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dari hasil verifikasi dan validasi data, kata dia, jumlah penerima bantuan stimulan tahap keempat sekitar 36 ribu lebih kepala keluarga. Nilai bantuannya mencapai lebih kurang sebesar Rp800 miliar.
Herman berharap dalam waktu dekat anggarannya bisa segera ditransfer dari Kementerian Keuangan ke Pemkab Cianjur.
"Insya Allah, semoga saja dalam dua minggu ini bisa selesai dan segera ditransfer ke Kabupaten Cianjur. Doakan saja. Intinya saya dengan masyarakat, ingin cepat terealisasi," pungkas Herman. (tim).











