- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Dirut RSUD Cianjur Dampingi Bupati Herman Tandatangani MoU dengan PT Jaya Tunggal Sekarmulia

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman, Direktur PT Jaya Tunggal Sekarmulia, dan Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi, dalam acara MoU tersebut, di ruangan Garuda Pendopo Cianjur.
Pinusnews.id - Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Sayang Cianjur dr Irvan Nur Fauzy, mendampingi Bupati Cianjur Herman Suhermam saat menandatangani nota kesepahaman MoU dengan PT Jaya Tunggal Sekarmulia, di Pendopo Cianjur, pada Jumat (31/5/2024).
Penandatangan yang dilakukan Bupati Cianjur, Herman Suherman dan Direktur PT Jaya Tunggal Sekarmulia, Mechael Rusli, berkaitan dengan alat medis berupa Linear Particle Accelerator (Linac) atau radioterapi kanker, yang akan ditempatkan di RSUD Sayang Cianjur.
Terkait MoU, Direktur PT Jaya Tunggal Sekarmulia, Michael Rusli, mengatakan bahwa kerjasama seperti ini baru pertama kali dilakukan di Jawa Barat, dan tentunya akan bermanfaat untuk pengobatan kanker di Kabupaten Cianjur, dengan populasi penduduk yang cukup banyak.
Baca Lainnya :
- Menjelang Hari Raya Idul Adha Pembelian Hewan Kurban Meningkat Drastis
- Ingin Berkuasa 2 Periode, Herman Suherman Mencalonkan Lagi untuk Jadi Bupati Cianjur
- CRISIS MANAGEMENT CONFERENCE 2024 Pemerintah Daerah Diminta Terapkan Ekonomi Hijau
- Apa Itu JDIH?
- Bupati Cianjur: Bantuan Stimulan Tahap IV Bagi Para Penyintas Gempa Segera Cair
"Posisi Kabupaten Cianjur cukup strategis karena berada di tengah-tengah Sukabumi, Bandung, dan Bogor. Kami meyakini Cancer center ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata Michael Rusli.
Bahkan, Michael juga menilai Pemerintah Kabupaten Cianjur cukup konsen terhadap sektor kesehatan untuk warga masyarakatnya.
"Saya juga baru pertama kali ke Cianjur. Tadi sudah mengobrol dengan pak Bupati. Ternyata di Cianjur ada program skrining kesehatan. Namanya Cekas atau Cek Kesehatan bagi semua lapisan masyarakat," tuturnya.
Kemudian Michael Rusli mengaku bangga bisa berpartisipasi membantu sektor kesehatan di Kabupaten Cianjur.
"Mungkin nanti juga kita bisa membantu penyediaan alat-alat skrining supaya masyarakat Cianjur lebih sehat," tambahnya.
Dilain pihak, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, adanya bantuan peralatan medis berupa radioterapi kanker tentu berbanding lurus dengan upaya RSUD Sayang Cianjur, yang sedang berproses menjadi rumah sakit berstandar internasional.
"Kami berharap, dengan adanya bantuan peralatan medis radioterapi ini bisa membantu masyarakat Kabupaten Cianjur, yang menderita kanker tak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar daerah," ungkap Bupati Herman Suherman.
Sementara itu, Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy menyebutkan, berdasarkan data, kurun 2-3 tahun terakhir setidaknya terdapat hampir 5 ribu orang pasien di RSUD Sayang Cianjur yang didiagnosa mengidap kanker. Dari jumlah itu, paling banyak merupakan pengidap kanker payudara sekitar 3 ribu pasien.
"Tentunya kami sudah ada yang namanya kemoterapi. Lalu nanti di pertengahan tahun atau triwulan ketiga, kita sudah mulai ada bedah onkologi. Menuju yang lebih paripurna, maka kebutuhannya adalah radioterapi," kata Irvan kepada wartawan usai penandatanganan MoU.
Sejauh ini, lanjut Irvan, banyak pasien kanker tidak melakukan radioterapi. Sebabnya penanganan secara radioterapi biasanya dilakukan di luar daerah, dengan waktu tunggu yang cukup lama.
"Layanan yang kita lakukan untuk perawatan penyakit kanker masih banyak kendala-kendala. Nah, dengan MoU ini kan satu kendala bisa terselesaikan setahap demi setahap, yang memang sudah bagus menuju yang paripurnanya," tutup dr Irvan Nur Fauzy. (dens).











