- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Dinkes Kabupaten Cianjur Belum Bisa Memastikan Nyamuk Wolbachia Dilepas di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur belum dapat memastikan apakah nyamuk Wolbachia dilepas di wilayah Cianjur.
Padahal, saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada enam bulan terakhir di 2024 menembus 910 kasus, 10 di antaranya hingga mengakibatkan kematian.
Disebutkan, Wolbachia sendiri merupakan sebuah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.
Baca Lainnya :
- RSUD Sayang Cianjur Berpartisipasi dalam Opening Road Show Bus KPK 2024
- Sekda Herman Ajak Disnakertrans di Jabar Progresif Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka
- KPK Kampanye Gerakan Anti Korupsi di Cianjur
- Gerakan UMKM Cianjur, Lampu Gentur Tembus Pasaran Internasional
- Berikan Kenyamanan Pada Masyarakat, Satlantas Polres Cianjur Amankan 30 Motor Berknalpot Brong
Terkait masalah di atas, Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu soal kepastian nyamuk wolbachia, bisa dilepaskan di Cianjur untuk menekan angka kasus DBD.
Melihat situasi saat ini, dimana tengah dilaksanakan uji coba di beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan Provinsi lainnya.
“Setahu saya nyamuk wolbhacia itu baru sampling di beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat salah satunya terdekat di Bandung, untuk Kabupaten Cianjur belum ada koordinasi dari Kementerian Kesehatan maupun Dinkes Provinsi Jabar,” kata Yusman, saat acara di Pemda Cianjur, pada Kamis (25/7/2024).
Yusman menambahkan, bilamana uji coba itu berhasil, maka penyebaran nyamuk wolbachia akan bersifat menyuluruh se- Indonesia.
“Jika dianggap berhasil signifikan mengatasi DBD kemungkinan akan secara nasional dikembangkan,” pungkasnya. (dens).











