- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Dinkes Kabupaten Cianjur Belum Bisa Memastikan Nyamuk Wolbachia Dilepas di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur belum dapat memastikan apakah nyamuk Wolbachia dilepas di wilayah Cianjur.
Padahal, saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada enam bulan terakhir di 2024 menembus 910 kasus, 10 di antaranya hingga mengakibatkan kematian.
Disebutkan, Wolbachia sendiri merupakan sebuah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.
Baca Lainnya :
- RSUD Sayang Cianjur Berpartisipasi dalam Opening Road Show Bus KPK 2024
- Sekda Herman Ajak Disnakertrans di Jabar Progresif Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka
- KPK Kampanye Gerakan Anti Korupsi di Cianjur
- Gerakan UMKM Cianjur, Lampu Gentur Tembus Pasaran Internasional
- Berikan Kenyamanan Pada Masyarakat, Satlantas Polres Cianjur Amankan 30 Motor Berknalpot Brong
Terkait masalah di atas, Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu soal kepastian nyamuk wolbachia, bisa dilepaskan di Cianjur untuk menekan angka kasus DBD.
Melihat situasi saat ini, dimana tengah dilaksanakan uji coba di beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan Provinsi lainnya.
“Setahu saya nyamuk wolbhacia itu baru sampling di beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat salah satunya terdekat di Bandung, untuk Kabupaten Cianjur belum ada koordinasi dari Kementerian Kesehatan maupun Dinkes Provinsi Jabar,” kata Yusman, saat acara di Pemda Cianjur, pada Kamis (25/7/2024).
Yusman menambahkan, bilamana uji coba itu berhasil, maka penyebaran nyamuk wolbachia akan bersifat menyuluruh se- Indonesia.
“Jika dianggap berhasil signifikan mengatasi DBD kemungkinan akan secara nasional dikembangkan,” pungkasnya. (dens).











