- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Dinkes Cianjur Fogging Kampung Kaum, P2B2: Tetap Terapkan PSN dan 3M

Keterangan Gambar : Salah seorang petugas dari Dinkes Cianjur menyemprotkan asap ke salah satu rumah yang jadi sasaran fogging.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan penyemprotan asap atau fogging untuk memusnahkan nyamuk demam berdarah Aedes aegypti di Kampung Kaum RT 02/RW 06 Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, pada Jumat, 7 Juni 2024.
Terkait hal ini, Pengelola Program Pengendali Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinkes Kabupaten Cianjur, Rusli Maryadi mengungkapkan, jika fogging dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya 4 warga kampung tersebut, yang tertular demam berdarah dengue (DBD).
Setelah penyelidikan epidemiologi (PE), pihaknya menemukan adanya jentik nyamuk demam berdarah. Kemudian, Dinkes memutuskan untuk mengerahkan 2 alat mesin semprot asap untuk fogging di kampung tersebut.
Baca Lainnya :
- Deden Nasihin: Di Cianjur Lemahnya Perbup Kawin Kontrak, Ada Larangan Tapi Tak Ada Sanksi
- Bupati Cianjur Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa
- Penanganan Gempa Bumi Cianjur Tercepat di Indonesia
- Creative School Project 2024 Tumbuhkan Minat dan Bakat Siswa SMK di Sektor Ekonomi Kreatif
- Unang Margana Tanggapi Putusan MK Soal Pemungutan Suara Ulang di Cikalongkulon Cianjur
"Awalnya kita menerima laporan adanya 4 orang warga Kampung Kaum yang menderita DBD dan harus dirawat di RSUD Sayang Cianjur. Saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah pulang," kata Rusli saat ditemui di lokasi fogging.
Rusli melanjutkan, Kampung Kaum yang padat penduduk, terdapat banyak taman, dan banyak rumah kosong, sangat berpotensi menimbulkan sarang nyamuk demam berdarah. Maka, meskipun telah disemprot asap, warga harus tetap lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M.
"Karena nyamuk demam berdarah ini bisa berkembang biak di genangan air yang tergenang di kelopak tanaman. Maka jangan terlena hanya karena sudah di fogging. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak dengan jentik yang ada di genangan air," kata Rusli.
"Setelah fogging, warga harus tetap melakukan PSN dan 3M+ yaitu mengubur, menguras, menutup, dan mendaur ulang agar sarang nyamuk hilang," pungkasnya. (dens).











