- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Creative School Project 2024 Tumbuhkan Minat dan Bakat Siswa SMK di Sektor Ekonomi Kreatif

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) meresmikan program Creative School Project 2024.
Prosesi peresmian dilaksanakan di Ruang Publik Seni Kreatif Disparbud Jabar, Kota Bandung, Jumat (7/6/2024).
Creative School Project merupakan program yang ditujukan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jabar untuk menumbuhkan minat dan bakat pada sektor ekonomi kreatif.
Baca Lainnya :
- Unang Margana Tanggapi Putusan MK Soal Pemungutan Suara Ulang di Cikalongkulon Cianjur
- Di Cidaun Ada LPB Imah Sarerea Sebagai Mitra Pembangunan Sektor Ekonomi
- Kegiatan Re-Akreditasi RSUD Sayang Cianjur
- Bupati Cianjur: Implementasikan Penilaian Mandiri SPIP, Bukan Sekedar Kewajiban Administratif
- Satpol PP dan Linmas Harus Memberi Rasa Aman, Nyaman Bagi Masyarakat
Kegiatan akan dilaksanakan di sejumlah SMK dari kabupaten/kota berbeda, dengan menggelar sesi kelas workshop yang berkaitan dengan subsektor ekonomi kreatif.
Sesi kelas yang dibuka, yakni gim, videografi, desain komunikasi visual, musik, animasi, desain produk, kriya, fashion, film, seni pertunjukan, fotografi serta literasi.
Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar mengatakan, Creative School Project menjadi sarana yang tepat untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda.
"Melalui program ini diharapkan lahir SDM berkualitas yang siap bersaing di sektor ekonomi kreatif," ucapnya.
Benny menuturkan, Jabar memiliki SDM yang sangat luar biasa, maka ini menjadi semangat Disparbud Jabar untuk mendorong anak-anak muda berpikir kritis terhadap potensinya.
"Setiap minggu kami juga mengadakan kegiatan Smiling West Java Academy agar wawasan generasi muda menjadi semakin terbuka. Kami ingin mereka mandiri supaya ke depannya jangan sampai terjadi pengangguran," kata Benny.
"Yang paling penting adalah menciptakan lingkungan positif, maka manfaatkan momentum ini untuk mengeksplorasi potensi diri," tambahnya.
Pelaksanaan Creative School Project yang diikuti siswa-siswi kreatif ini nantinya akan menghasilkan karya-karya yang akan ditampilkan pada event internasional Connecti:City 2024 mendatang.
Dalam pelaksanaannya nanti, peserta di tiap sekolah yang berjumlah 25 orang akan dibagi ke dalam beberapa kelompok.
"Melalui kegiatan ini mereka diharapkan bisa melatih kreativitas, meningkatkan keterampilan, mendorong minat usaha serta mengembangkan diri sebagai SDM berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja maupun usaha," tutur Banny.
Selain meresmikan Creative School Project, pada kesempatan yang sama juga diluncurkan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) terkait Pemandu Wisata Geowisata.
Program tersebut bertujuan memperkuat kerja sama antara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dengan pelaku usaha atau industri.
Tujuannya memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten serta bersertifikasi, khususnya pemandu wisata geowisata.
PSKK akan dilaksanakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran.
Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI).
Selain itu, diluncurkan pula buku Panduan Geowisata Kaldera Sunda dan Lingkung Gunung Bandung #1. Buku tersebut berisi sejumlah informasi untuk menambah pengetahuan para pemandu wisata geowisata Jawa Barat. (tim-dens).











