- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Di Cidaun Ada LPB Imah Sarerea Sebagai Mitra Pembangunan Sektor Ekonomi

Keterangan Gambar : Para pegiat LPB Imah Sarerea di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Pinusnews.id - Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Imah Sarerea diharapkan menjadi mitra pembangunan sektor ekonomi bagi pemerintah untuk upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya di Cianjur Selatan.
Hal itu diungkapkan Koordinator Tenaga Pendamping Lapangan, Bagas Awang Sadewo usai peresmian kantor baru LPB Imah Sararea di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, pada Rabu, 5 Juni 2024.
"Hari ini telah diresmikan kantor baru LPB Imah Sarerea di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan. Peresmian kantor ini juga dilakukan oleh Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Kementerian PPN Bappenas didampingi Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi, Bappenas," ujar Bagas.
Baca Lainnya :
- Kegiatan Re-Akreditasi RSUD Sayang Cianjur
- Bupati Cianjur: Implementasikan Penilaian Mandiri SPIP, Bukan Sekedar Kewajiban Administratif
- Satpol PP dan Linmas Harus Memberi Rasa Aman, Nyaman Bagi Masyarakat
- Kondisi Geografis Salah Satu Kendala Air Bersih Masuk Ke Pedesaan
- Bey Machmudin Dorong Perangkat Daerah Lakukan Terobosan dan Inovasi
"Dengan hadirnya LPB Imah Sararea diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Cidaun, dengan membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan," imbuh Bagas.
Kemudian Bagas pun mengatakan, Direktorat Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas, saat ini tengah melaksanakan kegiatan Implementasi Perluasan Kemitraan Strategis tahap kedua, antara Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan Usaha Menengah dan Besar (UMB) di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
LPB Imah Sarerea lanjut Bagas, telah melakukan program kemitraan di tahap pertama, yang dilaksanakan sejak tahun 2019 hingga 2023, dengan komoditas utama labu madu (butternut) dan melon premium salah satunya melon inthanon.
"Pada akhir tahun 2023 produksi butternut dan melon sudah terus berlanjut. Selain itu, sudah berdiri lembaga ekonomi bisnis berbentuk koperasi yakni Koperasi Najaa Farm Berkah serta terjadi peningkatan pendapatan petani mitra rata-rata sebesar 39%," jelas Bagas.
Setelah berjalannya program kemitraan di tahap pertama, LPB Imah Sarerea kembali melakukan program yang kedua, dimulai pada 2024. Targetnya dengan perluasan komoditas binaan menjadi sektor pertanian, perikanan atau kelautan, peternakan, kuliner, dan pariwisata.
"Sebagai bagian dari perluasan komoditas binaan kemitraan, LPB didirikan untuk melakukan pembinaan UMKM, sehingga dapat mengakselerasi tingkat kemandirian usaha," ungkapnya.
Bagas menambahkan, dari hasil upaya yang dilakukan LPB Imah Sarerea, saat ini para petani, peternak, nelayan, dan UMKM yang terdata di LPB Imah Sarerea mencapai 75 orang dan termasuk 1 koperasi.
"Kita berharap, hadirnya LPB Imah Sarerea di Kecamatan Cidaun, perekonomian menjadi berkembang," tegasnya.
Kata Bagas, kegiatan itu juga turut dihadiri jajarsn OPD lingkup Pemkab Cianjur seperti Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DPHPKP).
Selanjutnya, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindusterian (Diskuperdagin), Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Selain itu, pihaknya turut mengundang Bank Indonesia, Bank BJB, Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Koperasi Najaa Farm Berkah, PT Indogreen Seed Indonesia, PT Gasol Pertanian Organik, dan PT Javanesia Frestama Indonesia. (tim-dens).











