- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Kondisi Geografis Salah Satu Kendala Air Bersih Masuk Ke Pedesaan

Keterangan Gambar : Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan mengenakan baju hitam, saat berada di sebuah desa dalam giat penyaluran air bersih.
Pinusnews.id - Masyarakat pedesaan di Kabupaten Cianjur masih banyak yang belum bisa menikmati air bersih.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur baru bisa melayani warga pedesaan sekitar 12,5 persen dari target pemerintah sebesar 60 persen.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan mengatakan untuk akses air bersih di wilayah perkotaan pemerintah pusat sudah mengamanatkan targetnya sebesar 80 persen.
Baca Lainnya :
- Bey Machmudin Dorong Perangkat Daerah Lakukan Terobosan dan Inovasi
- Gelaran Bazar di Sindangbarang Perkuat Peningkatan Ekonomi Lokal
- Pemda Diam Saja Meski Sekolah Dasar Negeri Cikaratok di Cianjur Rusak Parah
- Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk
- Kepala DLH Cianjur Berikan Kado Ulang Tahun Kepada Petugas Kebersihan
"Memang cakupan akses air bersih untuk wilayah pedesaan masih jauh dari target, baru sekitar 12,5 persen saja. Kalau untuk wilayah perkotaan sih akses air minum sudah cukup besar, lebih dari 65 persen atau sekitar 67 persen," ungkap Budi, belum lama ini.
Budi menambahkan, persentase tersebut bisa bertambah jika digabung dengan data program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR.
"Kalau Pamsimas dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Cianjur adanya di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Program Pamsimas itu memang untuk wilayah pedesaan. Jadi kalau digabungkan, cakupan akses air bersih di wilayah pedesaan mungkin sudah memenuhi target pemerintah," tambah Budi.
Budi menjelaskan, beberapa faktor yang jadi kendala kecilnya persentase cakupan air bersih pedesaan karena kondisi geografis. Pasalnya, selain areanya yang luas, wilayah Kabupaten Cianjur juga berbukit dan pegunungan.
"Untuk menjangkau ke masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan sangat sulit, terutama yang tinggal di pelosok pedesaan. Antara rumah satu dengan lainnya itu berjauhan, tidak seperti diperkotaan yang berdempetan. Ditambah geografisnya yang berbukit atau pegunungan sangat sulit dijangkau," pungkas Budi. (dens).











