- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) mengalami sedikit penurunan, tapi masih tinggi di angka 20 kasus per hari.
"kita bisa ambil data kasusnya dari semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Cianjur, yang berarti ada lima rumah sakitnya. Memang sampai saat ini juga kita terus berupaya untuk menurunkan kasus DBD ini," kata dr Yusman, usai acara di Pemda Cianjur kepada awak media, belum lama ini.
Kemudian dr Yusman menambahkan, namun penanganan DBD ditambah dengan sedikit perubahan iklim saat ini seperti musim penghujan sudah mulai jarang, itu juga akan membantu secara alami, dan mudah-mudahan ini bisa terus terkendalikan.
Baca Lainnya :
- Kepala DLH Cianjur Berikan Kado Ulang Tahun Kepada Petugas Kebersihan
- Emus Hilang Tak Tentu Rimbanya, Kini Masih Terus Dicari
- HARSIARDA 2024, Herman Suryatman Dorong Lembaga Penyiaran Tingkatkan Literasi Warga Jabar
- Tim TPK Kabupaten Cianjur Akhiri Capaian 100 Persen Verval KRS
- Kadis Perkim Cianjur: Penanganan Rutilahu Disesuaikan dengan Besaran Dana APBD
"Adapun tentang yang rentan pada kasus DBD itu usianya 5 sampai 14 tahun, dan itu yang paling banyak angka kematiannya kurang lebih sekitar ee 70%," imbuh dr Yusman Faisal.
Selain itu, dr Yusman Faisal juga menyebutkan, kasus DBD bisa menyebar di daerah-daerah yang tentunya berbanding lurus dengan tingkat populasi warga, atau kepadatan penduduknya, seperti daerah-daerah di utara Cianjur yang banyak penduduknya maupun kecamatan-kecamatan yang memang menjadi basis tertentu.
"Antisipasi masyarakat untuk menghindari DBD, kemarin kita melakukan gerakan bersama menangani DBD, juga di inisiasi oleh Provinsi Jawa Barat karena hampir semua kabupaten di Jabar terkena wabah DBD," sebut dr Yusman Faisal.
Sementara, diketahui ada sebanyak 912 warga di Kabupaten Cianjur terjangkit DBD) pada Mei 2024 ini. Dan 10 orang di antaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
Dalam rentang Januari hingga Mei 2024 mencatat ratusan kasus DBD dan 10 orang meninggal dunia merupakan anak-anak. Hal itu, lantaran sistem kekebalan tubuhnya sangat rentan tertular.
Kasus DBD terbanyak ada di Maret mencapai 263 kasus, April 254 kasus, Februari 200 kasus, Mei 190 kasus, dan Januari 160 kasus.
Akan tetapi, meski kasus DBD telah mencapai ratusan dan puluhan meninggal di Cianjur, Dinkes belum menetapkan status darurat.
Pihak Dinkes Kabupaten Cianjur menghimbau agar masyarakat pun berperan aktif melakukan pencegahan nyamuk DBD.
Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien hingga saat ini yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas. (dens).











