Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk

05 Jun 2024, 08:04:31 WIB Kesehatan
Kepala Dinkes Cianjur: Penyebaran DBD Berbanding Lurus dengan Tingkat Kepadatan Penduduk

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.


Pinusnews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) mengalami sedikit penurunan, tapi masih tinggi di angka 20 kasus per hari.

"kita bisa ambil data kasusnya dari semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Cianjur, yang berarti ada lima rumah sakitnya. Memang sampai saat ini juga kita terus berupaya untuk menurunkan kasus DBD ini," kata dr Yusman, usai  acara di Pemda Cianjur kepada awak media, belum lama ini. 

Kemudian dr Yusman menambahkan, namun penanganan DBD ditambah dengan sedikit perubahan iklim saat ini seperti musim penghujan sudah mulai jarang, itu juga akan membantu secara alami, dan mudah-mudahan ini bisa terus terkendalikan. 

Baca Lainnya :

"Adapun tentang yang rentan pada kasus DBD itu usianya 5 sampai 14 tahun, dan itu yang paling banyak angka kematiannya kurang lebih sekitar ee 70%," imbuh dr Yusman Faisal. 

Selain itu, dr Yusman Faisal juga menyebutkan, kasus DBD bisa menyebar di daerah-daerah yang tentunya berbanding lurus dengan tingkat populasi warga, atau kepadatan penduduknya, seperti daerah-daerah di utara Cianjur yang banyak penduduknya maupun kecamatan-kecamatan yang memang menjadi basis tertentu.

"Antisipasi masyarakat untuk menghindari DBD, kemarin kita melakukan gerakan bersama menangani DBD, juga di inisiasi oleh Provinsi Jawa Barat karena hampir semua kabupaten di Jabar terkena wabah DBD," sebut dr Yusman Faisal. 

Sementara, diketahui ada sebanyak 912 warga di Kabupaten Cianjur terjangkit DBD) pada Mei 2024 ini. Dan 10 orang di antaranya meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Dalam rentang Januari hingga Mei 2024 mencatat ratusan kasus DBD dan 10 orang meninggal dunia merupakan anak-anak. Hal itu, lantaran sistem kekebalan tubuhnya sangat rentan tertular.

Kasus DBD terbanyak ada di Maret mencapai 263 kasus, April 254 kasus, Februari 200 kasus, Mei 190 kasus, dan Januari 160 kasus.

Akan tetapi, meski kasus DBD telah mencapai ratusan dan puluhan meninggal di Cianjur, Dinkes belum menetapkan status darurat.

Pihak Dinkes Kabupaten Cianjur menghimbau agar masyarakat pun berperan aktif melakukan pencegahan nyamuk DBD.

Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien hingga saat ini yaitu dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment