- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
Warga Sindangbarang-Cidaun Bangun Jembatan Demi Kepentingan Pendidikan dan Ekonomi

Keterangan Gambar : Warga sedang membangun jembatan darurat melintasi Sungai Ciujung, Kampung Sikluk, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, beberapa waktu lalu.
Pinusnews.id - Warga di Kampung Sikluk, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang dan Kampung Cibaregbeg, Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun terpaksa membangun mandiri jembatan darurat dari papan untuk melintasi Sungai Ciujung selebar kurang lebih 70 meter.
Warga Kampung Sikluk, Jajang (52) mengatakan, sebelum ada jembatan darurat warga harus menggunakan rakit untuk melintasi anak Sungai Cikadu itu.
"Warga membangun jembatan darurat dari kayu untuk perlintasan. Sebelumnya, untuk melintas warga harus menaiki rakit. Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun," kata dia, Sabtu, 15 Juni 2024.
Baca Lainnya :
- Dinas Kesehatan Cianjur Laksanakan Kegiatan Donor Darah
- 3 Periode Jadi Anggota DPRD, Wilman Singawinata Ditunjuk Jadi Calon Bupati untuk Pilkada Cianjur 202
- Perumdan Tirta Mukti Cianjur Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Santuni Ratusan Anak Yatim-Piatu
- UP3 PLN Cianjur Pasang SPKLU di Dishub
- BAZNAS Cianjur Beri Santunan untuk Yatim dan Jompo di Acara Desa Manjur
Jembatan tersebut, dibangun sepanjang 70 meter dengan lebar sekitar dua meter dan hanya bisa dilintasi sepeda motor.
"Jembatan darurat digunakan untuk perlintasan anak sekolah, petani, dan pedagang. Banyak anak di kampung kami bersekolah di kecamatan seberang. Makanya dampaknya sangat besar untuk pendidikan dan perekonomian," kata dia.
Kata Jajang, warga sebenarnya sudah pernah membangun jembatan serupa berapa tahun lalu, namun rusak karena diterjang air sungai yang meluap saat cuaca ekstrem di musim hujan.
"Beberapa kali rusak, akhirnya sempat menggunakan rakit. Tapi karena kebutuhannya mendesak maka warga di dua kampung bergotong-royong untuk membangun jembatan darurat tersebut untuk kepentingan warga," ungkapnya.
Dia pun berharap, pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan vital bagi warga dan bisa membangun jembatan permanen yang aman dan laik untuk dilalui.
"Besar harapan warga di dua kecamatan ini, agar pemerintah pusat dan daerah tanggap dan bisa merealisasikan pembangunan jembatan permanen," pungkasnya. (tim).











