- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Salah Satu Penyebab Buruknya Nilai IPM di Cianjur, Sekolah Rusak Masih Dipakai Belajar

Keterangan Gambar : SD Parungponteng di Sukaresmi, Cianjur, tampak salah satu ruang belajarnya rusak, tidak memenuhi standar sebagai tempat belajar karena membahayakan keselamatan para muridnya.
Pinusnews.id - Satu unit dari tiga lokal ruang belajar (rumbel) di SD Parungponteng yang berada di wilayah Desa Rawabeulut Kecamatan Sukaresmi, kondisinya rusak parah.
"Para orang tua murid khawatir ketika anaknya belajar tertimpa kejatuhan benda material bangunan yang sudah rapuh. Oleh karenanya mereka meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ruangan belajar SD Parungponteng," ucap Ketua Komite SD Parungponteng Dede Abidin kepada awak media, Selasa (23/4/2024).
Kata Dede, untuk menjaga keselamatan anak didik dari hal-hal yang tidak diinginkan maka satu ruangan kelas yang kondisinya rusak parah diminta untuk dikosongkan karena kondisinya sudah tidak layak untuk KBM.
Baca Lainnya :
- Matangkan Persiapan, Sekda Dedy Supriyadi Tinjau Venue MTQ ke-38 Tingkat Jawa Barat
- Jelang Pilkada Cianjur 2024, H Ibang Daftar Cakada Ke PKB
- Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Cianjur 2024-2027
- Bey Machmudin Kawal Pengiriman 16 Ton RDF Terbuat dari Sampah ke Pabrik Semen
- Soal Keracunan Massal, dr Frida Laila Yahya: 1 Orang Meninggal Dunia Karena Terlambat Penanganan Med
"Disaat murid melaksanakan KBM tiba-tiba serpihan plafon jatuh menimpa anak didik, sehingga ketidaknyamanan untuk belajar," katanya
Terpisah, Kepala SD Parungponteng Dadang Suganda menambahkan, kerusakan rumbel di gedung SD Parungponteng diperkirakan kondisi material bangunan telah rapuh.
Juga sempat dihantam angin kencang, genteng atap bangunan banyak yang rontok dan jatuh ke amparan plafon.
Selain itu, saat musim penghujan atapnya pada bocor, disisi lain terdapat keretakan pada tembok dinding dan perubahan kusen jendela hingga mengakibatkan kaca jendela pecah.
"Jadi dalam satu unit, dua lokal masih digunakan KBM masing-masing oleh kelas 3 yang jumlahnya 27 murid dan kelas 4 yang berjumlah 36 murid, sedangkan satu rumbel dikosongkan dikarenakan rusak parah," kata Dadang.
Menurut Dadang, semenjak menjabat kepala SD Parungponteng, pihaknya telah melayangkan proposal kepada pemerintah terkait pengajuan perbaikan fisik gedung sekolah.
"Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan rehabilitasi, baru sebatas pengontrolan dari dinas PUTR dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga raga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur," jelasnya.
Sementara seorang aktivis di Cianjur menegaskan, buruknya nilai Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Cianjur, adalah banyak tempat belajar atau sekolah tidak memenuhi standar.
"Tempat belajar murid itu harus nyaman, aman, dan terkendali lingkungannya secara baik, agar siswa tenang dalam menyerap ilmunya di sekolah," tegasnya. (dens).











