- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Ruhli Solehudin: Cianjur Kekurangan Guru Mata Pelajaran Agama Islam

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, Kabupaten Cianjur kekurangan jumlah guru mata pelajaran agama Islam.
Menurut Ruhli, Kabupaten Cianjur seharusnya memiliki jumlah guru agama sebanyak 3.108 untuk SD dan SMP. Rinciannya untuk SD butuh guru agama sebanyak 1.188 dan SMP sebanyak 465 atau setara dengan satu sekolah itu ada satu guru pendidikan agama Islam, yakni untuk SD dan tiga guru agama untuk SMP.
“Dari jumlah tersebut hanya 40% yang terisi, atau setara 1.343 orang sehingga masih kurang 1.645 guru lagi. Sehingga, dalam menambal kekurangannya kami memaksimalkan guru-guru SD yang sukarela mengajar agama islam,” kata Ruhi kepada wartawan, Selasa (17/4/2024).
Baca Lainnya :
- H+6 Lebaran 2024, Inflasi di Jawa Barat Terkendali
- Visi & Misi Asep Anwar, Maju jadi Calon Ketua DPC PERADI Cianjur
- Ibang Mau Jadi Calon Bupati Cianjur, Sowan Merapat ke PPP
- Bupati Cianjur Gelar Open House di Taman Pancaniti
- Tren Harga Bahan Pokok di Jabar Menurun
Tak hanya memaksimalkan guru pendidikan umum untuk double job, Ruhli juga mengatakan adanya kerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pengawas PAI, sebagai langkah mencari guru agama dengan kompetensi dan latarbelakang kelayakannya.
“Saat ini jumlah guru honorer yang mengajar agama Islam di Cianjur hanya sedikit dari kuota 1.081, sementara untuk ASN dari kuota 251 juga belum maksimal, begitupun untuk P3K dari kuota 123 juga belum terpenuhi,” imbuhnya.
Ruhli menjelaskan, adanya kekurangan-kekurangan guru agama Islam di Cianjur sudah terjadi sejak beberapa tahun kebelakang. Dirinya berharap, tahun depan pemerintah pusat dapat menambah kuota untuk Cianjur agar tidak ada lagi kekurangan guru agama di Cianjur.
“Pemerintah pusat memberikan kuota kepada kita setiap tahunnya, jumlah tersebut masih sangat kurang dari yang kita butuhkan. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ruhli, pihaknya juga mengangkat pengajuan sesuai dengan rekomendasi dari pimpinan, mengharapkan formasi-formasi setelah adanya existing, setelah adanya planning satuan pendidikan sangat kekurangan dan mengharapkan itu semua terisi.
“Pada intinya kita melaksanakan sesuai dengan kuota yang diterima dari pusat. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” terangnya. (dens).











