- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
RSUD Sayang Cianjur Serahkan Bayi Terlantar di Karangtengah ke Dinsos

Keterangan Gambar : Proses penyerahan bayi dari RSUD Sayang Cianjur kepada Dinsos Cianjur.
Pinusnews.id - Bayi cantik yang ditemukan di dalam kardus di Kampung Cijeler, RT01/RW05, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur telah dibawa Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur setelah sebelumnya ditangani secara medis di RSUD Sayang Cianjur.
Sebelumnya, saat ditemukan oleh warga, bayi yang saat ini berusia 7 hari itu dalam keadaan pucat.
Dirut RSUD Sayang Cianjur Irvan Nur Fauzi mengatakan, terkait bayi tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos.
Baca Lainnya :
- Sekda Herman Ajak ASN Jabar Kerja Berorientasi Outcome
- Angin Puting Beliung Hantam Rumah Mak Isah Hingga Ambruk Porak-Poranda
- Bantuan Stimulan Gempa Tahap 4 Tidak Cair, Ajaskob Cianjur Tagih Janji Bupati
- Pemdaprov Jabar Dorong Ekonomi Kreatif Melalui Smiling West Java Academy
- DPMD Cianjur, SK Masa Jabatan Kades 6 Tahun Segera di Ubah Jadi 8 Tahun
“Untuk tindak lanjut kita koordinasi dengan Dinsos dan telah dilakukan assessment,” kata Irvan, Senin, (06/05/2024).
Ia pun memastikan, kondisi bayi perempuan itu dalam keadaan sehat pasca menjalani perawatan medis di RSUD Sayang Cianjur.
“Dari hasil pemeriksaan kondisi bayi sehat,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos Cianjur Yudi Suhartoyo mengatakan, bayi yang ditemukan oleh warga Karangtengah sudah diserahkan kepada salah satu yayasan di Bandung untuk dirawat sementara.
“Bayi terlantar yang ditemukan di daerah Karangtengah saat ini diantarkan ke YPAB (Yayasan Pembina Asuhan Bunda) Bandung,” kata Yudi.
Mengenai permohonan adopsi bayi tersebut, masyarakat harus sabar menunggu selama tiga bulan sejak ditemukan.
Selain itu, ada beberapa persyaratan yang harus ditempuh masyarakat yang ingin menjadi orang tua bayi tersebut.
“Untuk pasangan suami-istri, minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun, kemudian usia pernikahan minimal 5 tahun dan belum memiliki anak, atau telah memiliki anak maksimal 1, selanjutnya harus ada pemeriksaan kesehatan untuk suami istri dari dokter kandungan, kesehatan secara general dan psikiater dari Rumah Sakit Pemerintah,” pungkasnya. (tim).











