- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Puluhan Pimpinan OPD Ancam Sekda Cianjur Harus Mundur, Ada Apa?

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Cecep Alamsyah, yang diminta mundur oleh puluhan Pimpinan OPD di Cianjur, Jawa Barat.
Pinusnews.id - Lingkungan Pemkab Cianjur tiba-tiba dibuat geger gara-gara beredar dua lembar surat pernyataan yang ditandatangani para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah mengundurkan diri dari jabatannya.
Dua lembar surat tersebut menyebar di grup aplikasi whatsapp dan media sosial lainnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cianjur.
Bahkan, dalam isi surat tersebut para Pimpinan OPD mengancam apabila dalam tiga hari sejak surat pernyataan ditanda tangani pada, Rabu (24/42024) Sekda tidak mengundurkan diri, maka pihaknya menganggap Sekda sudah mengundurkan diri.
Baca Lainnya :
- Pawai Ta\'aruf di Kabupaten Bekasi Paling Meriah Sepanjang Sejarah MTQ Jabar
- Asda I Dampingi Bupati Cianjur Lepas Khafilah MTQ Tingkat Jawa Barat di Bekasi
- Kepala DPPKBP3A Cianjur Mutawali: Susan Peka Antisipasi Kasus Kekerasan Terhadap Anak
- Maju di Pilkada 2024, Bupati Cianjur Herman Suherman Daftar ke PDI Perjuangan
- Kemenkes Susun RPJMN untuk Mencapai Target Kesehatan Masa Depan
Salah satu kepala OPD yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan pernyataan surat tersebut ditanda tangani dan meminta Sekda Cianjur Cecep Alamsyah mengundurkan diri.
“Iya benar itu tanda tangan kami semua. Sudah sesuai dengan isi surat pernyataan menyikapi dinamika seperti itu," tuturnya saat dihubungi kuli tinta lewat telepon, Senin (29/4/2024).
Menurutnya, alasan membuat surat pernyataan tersebut karena adanya ketidakharmonisan antara Bupati Cianjur Herman Suherman dengan Cecep Alamsyah Sekda Cianjur.
“Makanya kami membuat surat pernyataan meminta Pak Sekda Mundur dari jabatannya, agar pemerintah berjalan dengan segala keharmonisan,” katanya
Sementara itu, Sekda Cianjur Cecep Alamsyah, membenarkan surat tersebut ada, bahkan surat tersebut disampaikan mereka langsung kepadanya.
"Iya benar memang surat itu ada dan diberikan ke saya oleh mereka, namun saya tidak tanggapi dan mereka saya suruh keluar," ungkap Cecep kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (29/4/2024).
Dikatakan Cecep, bahwa surat petisi itu tidak sesuai aturan, kalau ibaratkan seperti ‘dunia terbalik’.
"Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, dibuatnya surat tersebut ibarat ‘dunia terbalik’, karena secara administratif yang berwenang mengevaluasi kinerja para Kepala OPD itu Sekda. Dengan keadaan seperti ini seolah saya tidak bertanggungjawab soal kinerja kepada para Kepala OPD tersebut," jelas Cecep.
Cecep menambahkan, kemunculan surat tersebut yang dibuat dan ramai beredar dengan alasan ketidakharmonisan saya dengan Bupati, sangatlah tidak relevan.
"Kalau alasannya tidak harmonis dengan Bupati, kenapa ujung-ujungnya menuntut Sekda untuk mundur, pertanyaan saya kenapa para OPD tidak ikut mundur juga," tegasnya.
Kalau berperilaku seperti itu, Cecep Alamsyah menilai langkah para Kepala OPD itu tidak mencerminkan kedewasaan. Karena surat yang sudah ramai beredar itu bersifat tidak formal.
"Saya menganggap surat itu pernah ada dan saya tidak terpengaruh. Saya bekerja sesuai tupoksi saya, kalau mundur itu kan ada aturannya. Justru saya mempertanyakan para kepala OPD tersebut, mengerti aturan atau memang karena apa? Menurut saya apa yang mereka lakukan itu kekanak-kanakan," pungkasnya. (dens).











