- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Puluhan Pimpinan OPD Ancam Sekda Cianjur Harus Mundur, Ada Apa?

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Cecep Alamsyah, yang diminta mundur oleh puluhan Pimpinan OPD di Cianjur, Jawa Barat.
Pinusnews.id - Lingkungan Pemkab Cianjur tiba-tiba dibuat geger gara-gara beredar dua lembar surat pernyataan yang ditandatangani para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah mengundurkan diri dari jabatannya.
Dua lembar surat tersebut menyebar di grup aplikasi whatsapp dan media sosial lainnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cianjur.
Bahkan, dalam isi surat tersebut para Pimpinan OPD mengancam apabila dalam tiga hari sejak surat pernyataan ditanda tangani pada, Rabu (24/42024) Sekda tidak mengundurkan diri, maka pihaknya menganggap Sekda sudah mengundurkan diri.
Baca Lainnya :
- Pawai Ta\'aruf di Kabupaten Bekasi Paling Meriah Sepanjang Sejarah MTQ Jabar
- Asda I Dampingi Bupati Cianjur Lepas Khafilah MTQ Tingkat Jawa Barat di Bekasi
- Kepala DPPKBP3A Cianjur Mutawali: Susan Peka Antisipasi Kasus Kekerasan Terhadap Anak
- Maju di Pilkada 2024, Bupati Cianjur Herman Suherman Daftar ke PDI Perjuangan
- Kemenkes Susun RPJMN untuk Mencapai Target Kesehatan Masa Depan
Salah satu kepala OPD yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan pernyataan surat tersebut ditanda tangani dan meminta Sekda Cianjur Cecep Alamsyah mengundurkan diri.
“Iya benar itu tanda tangan kami semua. Sudah sesuai dengan isi surat pernyataan menyikapi dinamika seperti itu," tuturnya saat dihubungi kuli tinta lewat telepon, Senin (29/4/2024).
Menurutnya, alasan membuat surat pernyataan tersebut karena adanya ketidakharmonisan antara Bupati Cianjur Herman Suherman dengan Cecep Alamsyah Sekda Cianjur.
“Makanya kami membuat surat pernyataan meminta Pak Sekda Mundur dari jabatannya, agar pemerintah berjalan dengan segala keharmonisan,” katanya
Sementara itu, Sekda Cianjur Cecep Alamsyah, membenarkan surat tersebut ada, bahkan surat tersebut disampaikan mereka langsung kepadanya.
"Iya benar memang surat itu ada dan diberikan ke saya oleh mereka, namun saya tidak tanggapi dan mereka saya suruh keluar," ungkap Cecep kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (29/4/2024).
Dikatakan Cecep, bahwa surat petisi itu tidak sesuai aturan, kalau ibaratkan seperti ‘dunia terbalik’.
"Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, dibuatnya surat tersebut ibarat ‘dunia terbalik’, karena secara administratif yang berwenang mengevaluasi kinerja para Kepala OPD itu Sekda. Dengan keadaan seperti ini seolah saya tidak bertanggungjawab soal kinerja kepada para Kepala OPD tersebut," jelas Cecep.
Cecep menambahkan, kemunculan surat tersebut yang dibuat dan ramai beredar dengan alasan ketidakharmonisan saya dengan Bupati, sangatlah tidak relevan.
"Kalau alasannya tidak harmonis dengan Bupati, kenapa ujung-ujungnya menuntut Sekda untuk mundur, pertanyaan saya kenapa para OPD tidak ikut mundur juga," tegasnya.
Kalau berperilaku seperti itu, Cecep Alamsyah menilai langkah para Kepala OPD itu tidak mencerminkan kedewasaan. Karena surat yang sudah ramai beredar itu bersifat tidak formal.
"Saya menganggap surat itu pernah ada dan saya tidak terpengaruh. Saya bekerja sesuai tupoksi saya, kalau mundur itu kan ada aturannya. Justru saya mempertanyakan para kepala OPD tersebut, mengerti aturan atau memang karena apa? Menurut saya apa yang mereka lakukan itu kekanak-kanakan," pungkasnya. (dens).











