- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Kemenkes Bekerja Sama dengan ACGME untuk Kebutuhan Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Keterangan Gambar : Penandatanganan kesepakatan antara Kementerian Kesehatan dengan ACGME, dalam upaya penjaminan mutu eksternal untuk RS-PPU.
Pinusnews.id - Kementerian Kesehatan RI melakukan inisiasi program pendidikan spesialis dan subspesialis di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RS-PPU) untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan melakukan upaya dalam penjaminan mutu eksternal untuk RS-PPU melalui kerja sama dengan Accreditation Council for Graduate Medical Education Services (ACGME Global Services).
Sebagai bentuk kerja sama, Kementerian Kesehatan melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk RS-PPU dengan ACGME yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Nugraha sebagai perwakilan Kementerian Kesehatan RI serta jajarannya dan Thomas J selaku Presiden dan Kepala Eksekutif ACGME dan anggotanya. Penandatangan nota kesepahaman dilakukan secara virtual di ruang rapat Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat Jakarta, Rabu (24/1/2024) pukul 20.00 WIB.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia saat ini menghadapi kebutuhan mendesak agar ada lebih banyak dokter spesialis di sebagian besar provinsi. Menyadari tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Pendidikan Kedokteran Pascasarjana Berbasis Rumah Sakit Program (PGME).
Baca Lainnya :
- Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Tanzania di Istana Bogor
- Forum Konsultasi Publik untuk Penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Cianjur 2025
- Lanjutkan Kemandirian, Pemdaprov Jabar Revitalisasi Program Kerja
- Kemensos Bantu Lansia Tingkatkan Kualitas Hidup
- Presiden Jokowi Saksikan Penyerahan Pesawat Super Hercules dan Helikopter TNI AU
“Inisiatif inovatif ini dirancang untuk melengkapi pendidikan dokter spesialis berbasis universitas yang sudah ada dan bertujuan untuk meningkatkan jumlah spesialis terlatih dengan memanfaatkan sumber daya dan kapasitas sejumlah besar rumah sakit,” kata Sekjen Kunta.
Sekjen Kunta melanjutkan, kolaborasi bersama ACGME secara strategis memiliki peran penting dalam mendukung implementasi sistem berbasis rumah sakit di Indonesia, khususnya mempersiapkan rumah sakit untuk mendapatkan akreditasi sebagai lembaga pendidikan kedokteran spesialis.
"Kami sangat yakin kolaborasi ini menandai tonggak penting dalam komitmen bersama kami memajukan PGME di Indonesia. Kementerian Kesehatan sangat menantikan kemitraan yang bermanfaat ini dengan ACGME,” kata Sekjen Kunta.
Perjanjian kerja sama dengan ACGME saat ini sangat berkontribusi pada peningkatan berkelanjutan pascasarjana pendidikan kedokteran untuk kepentingan tenaga kesehatan di Indonesia. Selain itu, program PGME nantinya berfokus pada penanggulangan kekurangan dokter spesialis dan mengatasi ketidakmerataan distribusi tenaga medis profesional di seluruh wilayah Indonesia. (Tim).











