- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Kemensos Bantu Lansia Tingkatkan Kualitas Hidup

Keterangan Gambar : Pihak Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Galih Pakuan Bogor, menangani warga lanjut usia yang mengidap berbagai penyakit dan masalah ekonomi.
Pinusnews.id - Kementerian Sosial memberikan respon cepat terhadap warga lanjut usia Somad (70) dan istrinya Ny Sani (70) yang mengidap berbagai penyakit dan menghadapi masalah ekonomi keluarga. Warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor ini ditangani Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Galih Pakuan Bogor.
“Ya, atas arahan Ibu Mensos, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Galih Pakuan merespon cepat kondisi keluarga Pak Somad. Penanganan diberikan berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dilakukan terhadap Pak Somad dan keluarganya,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos, Supomo, di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Somad sudah lima bulan terakhir mengalami gangguan kesehatan dan penyakit kataraknya semakin parah. Akibatnya, Somad yang sejak usia 15 tahun didiagnosa mengidap Tuberculosis atau TBC, tidak bisa beraktivitas normal. Begitupun istrinya, Ny. Sani lebih sering di tempat tidur karena penyakit vertigo-nya sering kambuh.
Baca Lainnya :
- Presiden Jokowi Saksikan Penyerahan Pesawat Super Hercules dan Helikopter TNI AU
- Eri Rihandiar Dilantik Jadi Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia Kabupaten Cianjur
- Reses DPRD Jabar, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat
- Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Dibuka, Ini Jalurnya
- Efektif Cegah Stunting, Presiden Apresiasi Pemenuhan Alat USG dan Antropometri di Setiap Puskesmas
Somad yang sehari-hari berjualan kue tradisional di Bogor, penghasilannya sangat minim. Untuk makan saja sulit, apalagi mengobati penyakit dan memperhatikan kesehatannya. Selain itu Somad dan istrinya juga harus membiayai sekolah cucunya Agung Laksana (16) yang saat ini duduk di bangku SMK.
Untuk menangani masalah kesehatannya, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Galih Pakuan membawa Somad beserta istrinya untuk menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bogor selama 5 hari. Kemensos juga membekali biaya operasional selama perawatan dan pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS.
Sani juga diberikan alat bantu tongkat kaki 3 untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kemensos juga memberikan bantuan ATENSI bagi Somad dan keluarga berupa pemenuhan kebutuhan dasar, nutrisi, perlengkapan kebersihan diri, peralatan masak serta perbaikan rumah.
Bantuan secara komprehensif dilakukan Kemensos. Selain menangani masalah kesehatan dan nutrisi Somad beserta istrinya, Kemensos juga memberikan bantuan usaha bagi Somad berupa bahan dan peralatan dalam membuat kue tradisional. Usaha sehari-harinya sempat terhambat karena kekurangan modal dan kondisi kesehatannya yang buruk.
Kemensos juga memberikan bantuan untuk membayar biaya SPP, uang pangkal dan biaya ujian yang sempat menunggak serta memberikan bantuan perlengkapan sekolah. Kemensos juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar memberikan keringanan kepada Agung dan memastikan ia tidak putus sekolah.
Pekerja Sosial Ahli Madya Sentra Galih Pakuan Kemensos Sutrisno menyampaikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan Somad dan istrinya. “Kami akan terus memantau, terutama dalam terapi obat TBC,” kata Sutrisno. Pemantauan dilakukan bersama Puskesmas Laladon dan pendamping lansia. Selanjutnya jika sakit TBC sudah sembuh, Somad akan menjalani operasi katarak sehingga penglihatannya akan baik kembali. (Tim).











