- BAZNAS Cianjur Raih Penghargaan, Bukti Nyata Dukungan untuk Pendidikan Diniyah
- Hadi Sutrisno: Calendar of Event Kepariwisataan Kenalkan Cianjur Kota Santri
- Dari Sampah Menjadi Peluang: DPMPTSP Cianjur Dorong Ekonomi Sirkular
- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
Di Tahun Hijriah Warga Lokal Pantai Apra Tangkap Impun

Keterangan Gambar : Deburan ombak Pantai Apra tidak menghalangi masyarakat untuk menangkap impun.
Pinusnews.id - Puluhan masyarakat memadati Pantai Apra Desa Saganten, Sindangbarang, Cianjur Selatan. Mereka berburu ikan Impun atau larva ikan yang merupakan sumberdaya hayati.
Dari pagi hingga siang, warga dari anak-anak hingga orang tua, berbondong-bondong membawa alat tangkap ikan yang disebut sirib.
Salah seorang warga, Hendra (39) mengatakan, hampir semua masyarakat berburu impun. Masyarakat menangkap impun di pertengahan bulan atau menjelang akhir bulan di tahun Hijriah.
Baca Lainnya :
- Meski Libur Lebaran, DLH Cianjur Siagakan Petugas Antisipasi Penumpukan Sampah
- Pemda Cianjur Berikan Mudik Gratis untuk Warga Masyarakat
- Hiswana Migas Cianjur, Harga Jual Gas 3Kg Harus Wajar Jika Ada Pangkalan Nakal Laporkan
- 343.000 Hektare Sawah Jabar Siap Diairi dengan Pompanisasi
- Bupati Cianjur Serahkan Stimulan Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Taman Pendidikan Al-Quran
"Ikan Impun tidak setiap hari ada di bibir pantai. Adanya dipertengahan bulan," kata dia saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/9/2024).
Dia mengatakan, dirinya berburu Impun (menangkap impun) untuk konsumsi keluarga. Kalau dapat banyak, sisanya dijual untuk menambah biaya perekonomian.
"Alhamdulillah, dapat banyak. Sebagian dipakai untuk hari-hari dan sebagiannya lagi dijual," ungkapnya. (tim).











