- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
- Jejak Sejarah Istana Cipanas: Istura Kembali Mengundang Rakyat
- Program Orang Tua Asuh Kepala Sekolah: Langkah Inspiratif Bupati Cianjur untuk Pendidikan Merata
Di Tahun Hijriah Warga Lokal Pantai Apra Tangkap Impun

Keterangan Gambar : Deburan ombak Pantai Apra tidak menghalangi masyarakat untuk menangkap impun.
Pinusnews.id - Puluhan masyarakat memadati Pantai Apra Desa Saganten, Sindangbarang, Cianjur Selatan. Mereka berburu ikan Impun atau larva ikan yang merupakan sumberdaya hayati.
Dari pagi hingga siang, warga dari anak-anak hingga orang tua, berbondong-bondong membawa alat tangkap ikan yang disebut sirib.
Salah seorang warga, Hendra (39) mengatakan, hampir semua masyarakat berburu impun. Masyarakat menangkap impun di pertengahan bulan atau menjelang akhir bulan di tahun Hijriah.
Baca Lainnya :
- Meski Libur Lebaran, DLH Cianjur Siagakan Petugas Antisipasi Penumpukan Sampah
- Pemda Cianjur Berikan Mudik Gratis untuk Warga Masyarakat
- Hiswana Migas Cianjur, Harga Jual Gas 3Kg Harus Wajar Jika Ada Pangkalan Nakal Laporkan
- 343.000 Hektare Sawah Jabar Siap Diairi dengan Pompanisasi
- Bupati Cianjur Serahkan Stimulan Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Taman Pendidikan Al-Quran
"Ikan Impun tidak setiap hari ada di bibir pantai. Adanya dipertengahan bulan," kata dia saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/9/2024).
Dia mengatakan, dirinya berburu Impun (menangkap impun) untuk konsumsi keluarga. Kalau dapat banyak, sisanya dijual untuk menambah biaya perekonomian.
"Alhamdulillah, dapat banyak. Sebagian dipakai untuk hari-hari dan sebagiannya lagi dijual," ungkapnya. (tim).











