- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Derita Pekerja Migran Indonesia di Timteng Disiksa: Tolong Saya Pulangkan ke Cianjur

Keterangan Gambar : Ketua DPW Forum Perlindungan Migran Indonesia Jawa Barat Dhani Rahmad.
Pinusnews.id - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Sukabakti, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, diduga menjadi korban tindak kekerasan dan percobaan pemerkosaan oleh majikannya di Kota Erbil, Wilayah Ibukota Khurdistan, Irak.
Hal itu terungkap setelah korban yang bernama Rina Nurmarina (42) itu mengunggah video berdurasi 1 menit 37 detik di media sosial hingga viral. Dalam video tersebut korban menyebutkan jika dirinya dipukuli hingga cara bicaranya terganggu.
"Saya Rina diberangkatkan dari Sukabumi, sponsor Pak A dan U. Saya di Irak mau diperkosa oleh majikan dan dipukul sampai suara saya terganggu. Saya sakit, tolong dibantu pulangkan ke Indonesia. Saya dari Cianjur," tutur Rina dalam video yang beredar.
Baca Lainnya :
- Pelantikan PPPK, Bupati: Tingkatkan Kinerja untuk Memajukan Cianjur
- Pesan Wapres Maruf Amin untuk Penanggulangan Bencana pada Rakornas PB 2024
- Jabatan Prajurit Mutlak Kebutuhan Organisasi
- Bupati Cianjur dan Kadisdikpora Audensi dengan STIT Assaidiyyah Cipanas
- Salah Satu Penyebab Buruknya Nilai IPM di Cianjur, Sekolah Rusak Masih Dipakai Belajar
Sementara, dalam unggahan video yang kedua Rina sendiri memperlihatkan luka lebam yang ada di lengan, kaki dan juga pipi kirinya yang bengkak diduga akibat kekerasan.
Menurut Ketua DPW Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) Jawa Barat Dhani Rahmad mengatakan, Rani diberangkatkan sponsor dari Sukabumi menuju Jakarta dan terbang ke Irak sejak kurang lebih 1,5 tahun lalu.
Dhani yang juga sebagai kuasa hukum keluarga Rani membenarkan jika kliennya itu mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh majikannya karena disiksa sehingga seluruh badan lebam, bahkan sempat akan diperkosa.
"Suara korban berubah dan jalan pun susah karena sering dipukul. Akhirnya Rani ini kabur dari rumah majikannya dan saat ini bersembunyi di sebuah kontrakan di Irak dibantu rekannya asal Jawa Timur," ujar Dhani kepada awak media di kantornya, Rabu (24/4/2024).
Saat ini, pihaknya sedang mengambil tindakan dengan mengirim surat ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bagdad juga pada pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) agar pemulangan korban Rina ke Cianjur bisa segera dilaksanakan.
"Kita fokus ke pemulangan dulu demi keselamatan korban. Terkait dia status (ilegal atau bukan) nanti akan berurusan dengan sponsornya. Mereka yang memberangkatkan, PMI secara non-prosedural jelas ada pelanggaran administrasi. Apalagi menyebabkan PMI menjadi korban kekerasan," pungkasnya. (tim).











