- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Bupati: Setiap Tahun Cianjur Kelebihan Beras, Tapi Aneh Harganya Mahal

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman.
Pinusnews.id - Mahalnya harga kebutuhan pokok terutama beras membuat Bupati Cianjur, Herman Suherman akan mengelola kebutuhan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Cianjur.
Selain itu, Pemkab Cianjur akan mengadakan pasar murah beras.
Menurut Herman, berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura (DPPPH) Kabupaten Cianjur bahwa setiap tahun Cianjur surplus beras. Namum anehnya harga beras tetap mahal.
Baca Lainnya :
- Jalin Terus Sinergi dan Kolaborasi Tangani Kebencanaan di Jawa Barat
- Bupati Buka Giat Orientasi P3K di Lingkungan Pemkab Cianjur Tahun 2024
- Masyarakat Diimbau Tak Khawatir, Bey Pastikan Stok Beras di Jabar Aman Terkendali
- Semangat Sembuh Setelah Dibantu Mensos Risma
- Diduga OTK Membakar Dua Mobil Timses Caleg DPR RI Jabar III di Cianjur
"Tapi kenyataannya kan harga mahal seperti ini. Pertanyaannya berasnya ke mana? Artinya harus jadi pengalaman ke depan. Sebelum beras itu dijual ke luar, tentunya kita harus menyiapkan dulu stok pangan masyarakat Cianjur," ujarnya kepada awak mendia, Selasa (20/2/2024).
Dengan harga beras yang saat ini tinggi, lanjut Herman pihaknya akan mengambil langkah solusi dengan mengedepankan BUMD. Pihaknya berharap kedepannya BUMD bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok.
"Bagaimana solusinya, yang saya gemborkan BUMD. BUMD itu tujuan ke depan harus bisa mengendalikan harga. BUMD harus ada gudang, kebetulan kita punya gudang padi," kata Herman.
Herman menilai tingginya harga beras saat ini disebabkan oleh kemarau panjang yang waktu itu sedang musim tanam. Ketika sekarang ada yang tanam dan sebagian panen terjadi hujan bahkan banjir sehingga menyebabkan gagal panen lagi.
"Kemarin kita kemarau panjang, begitu kemarau panjang musim tanam, terus banjir, dan lain sebagainya. Sehingga gagal panen. Karena supply dengan demand yang tak seimbang harga naik. Sekarang kebutuhan banyak, stok sedikit, jadi naik," tutupnya. (dens).











