Arya Nama Bayi Tapir Koleksi Bandung Zoo Pemberian Kepala BPSDA Jabar

28 Feb 2024, 08:11:37 WIB Wisata
Arya Nama Bayi Tapir Koleksi Bandung Zoo Pemberian Kepala BPSDA Jabar

Keterangan Gambar : Saat penyerahan bayi Tapir ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Provinsi Jawa Barat.


Pinusnews.id - Bayi Tapir (Tapirus Indicus) berkelamin jantan yang lahir dari induk betina Tinuk dan jantan bernama Marsel, merupakan kelahiran yang ke-13 di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) selama lebih dari 20 tahun. Bayi Tapir yang lahir di Kebun Binatang pada 21 Januari 2024 lalu, kini sudah memiliki nama. 

Arya nama bayi Tapir yang memiliki berat 14 kilogram tersebut langsung diberikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Provinsi Jawa Barat, Irawan Asaad, saat berkunjung ke Kebun binatang bandung, Senin (26/2/2024) kemarin.

Irawan berharap, dengan kelahiran satu ekor Tapir ini menambah koleksi satwa yang sudah ada dan bisa menjadi icon bagi Kebun Binatang Bandung kedepannya.

Baca Lainnya :

"Semoga Arya sehat hingga tumbuh besar dan menjadi icon di Kebun Binatang Bandung ini,” ucap Irawan, Senin (26/2/2024).

Menurut Irawan, dengan tingkat kelahiran yang cukup banyak, tidak menutup kemungkinan Bandung Zoo yang mampu mengembang biakan Tapir hingga kelahiran yang ke-13, menjadi pusat pengembangbiakan tapir di Jawa atau pusat rehabilitasi Tapir di Jawa.

“Fungsi Kebun Binatang selain sebagai pusat pengembangbiakan juga edukasi kepada masyarakat. Keberhasilan mengembangbiakan Tapir di luar habitatnya merupakan suatu prestasi tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari Bisma Bratakoesoema menyebutkan, bahwa keberhasilan Kebun Binatang Bandung mengembangbiakan Tapir, karena situasi kandang Tapir di Bandung Zoo sangat mirip dengan habitat aslinya. Dimana terdapat sejumlah pohon tegakan yang cukup besar dan melindungi keberadaan kandang Tapir.

“Dari segi pengelolaan pemeliharaannya, keeper kita pun kita latih sesuai SOP cara pemeliharaan Tapir, Juga dengan sarana prasarananya kita juga perhatikan. Dan kebetulan vegetasi di Kebun Binatang ini bagus, banyak pohon sehingga membantu Tapir untuk tidak kena sinar matahari langsung,” tuturnya.

Narman yang merupakan Keeper Tapir Bandung Zoo, mengaku tidak menemui kendala dalam melakukan perawatan saat masih didalam kandungan hingga melahirkan.

Menurut Narman, kondisi alam yang ada di lingkungan kandang menjadi salah satu factor kembang biang Tapir di Kebun Binatang Bandung sangat baik ketimbang di kebun binatang lain. (tim).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment