Wakil Perusahaan di Cianjur Hadiri Rapat Koordinasi CSR Akhir Tahun 2023
Editor: Arsila Fadwi

20 Des 2023, 06:28:38 WIB Cianjur
Wakil Perusahaan di Cianjur Hadiri Rapat Koordinasi CSR Akhir Tahun 2023

Keterangan Gambar : Salah satu momen dalam Rapat Koordinasi CSR Akhir Tahun di Bapperida Cianjur, Selasa 19 Desember 2023.


Pinusnews.id - Wakil Perusahaan dan Anggota Tim Pelaksana CSR di Kabupaten Cianjur menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Corporate Social Responsibility (CSR) Akhir Tahun 2023, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Cianjur Herman Suherman, di Kantor Bapperida Cianjur, pada Selasa 19 Desember 2023.

Terkait kegiatan tersebut pihak pelaksana kegiatan rapat, Kepala Bapperida Cianjur Dedi Supriadi, menyampaikan bahwa Tanggung Jawab Sosial (TJSLP) atau lebih dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah pertanggungjawaban perusahaan untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih layak bagi perusahaan itu sendiri maupun masyarakat.

"Untuk itu, kegiatan CSR wajib dilaksanakan oleh perusahaan dan manfaatnya harus dapat dirasakan oleh masyarakat," tutur Kepala Bapperida Cianjur Dedi Supriadi.

Baca Lainnya :

Menurut Dedi Supriadi, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan CSR, Pemda Cianjur telah menetapkan Perda Nomor 10 Tahun 2015 Tentang TJSLP, dimana dalam salah satu pasalnya menyatakan bahwa Pemda berwenang melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dalam penyusunan program pembangunan berbasis masyarakat serta memberi pedoman dan arahan bagi perusahaan serta pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan program TJSLP/CSR. 

"Kegiatan Koordinasi Pengelolaan CSR sudah berjalan sejak lama, namun belum berjalan optimal terutama di masa pandemi Covid 19. Di sisi lain, pedoman tata kelola CSR belum cukup jelas mengatur CSR, dan kerjasama Pemda dengan perusahaan sebagai mitra CSR belum terjalin dengan baik," imbuh Dedi Supriadi

Menghadapi persoalan di atas, Bapperida selaku Sekretariat Forum CSR telah melaksanakan beberapa pembenahan untuk meningkatkan koordinasi pengelolaan CSR. Diantaranya melalui penyusunan Perbup Nomor 119 Tahun 2022 menggantikan Perbub Nomor 34 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial Perusahaan. 

"Kemudian, melakukan koordinasi dengan perusahaan secara door to door dibantu oleh tim pelaksana CSR mendorong dan minta laporan giat CSR yang dilaksanakan perusahaan," ungkap Kepala Bapperida Cianjur.

Hal lainnya, jelas Dedi yakni pembuatan Website sebagai media untuk sosialisasi, Publikasi, dan pelaporan kegiatan CSR oleh perusahaan. Untuk sosialisasi tata kelola CSR yang baru dan untuk meningkatkan koordinasi antara Pemda, perusahaan, dan masyarakat, perlu dilaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh anggota forum CSR, dan perwakilan perusahaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan giat CSR untuk mendukung pembangunan daerah. 

Kepala Bapperida Cianjur juga menyebutkan, maksud dilaksanakan Rapat Koordinasi CSR Tahun 2023 ini untuk meningkatkan koordinasi antara Pemda dengan perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Cianjur.

"Sedangkan berdasarkan data jumlah perusahaan katagori besar, sedang di Kabupaten Cianjur ada 83 perusahaan," ungkapnya.

Sebagai perbandingan, tahun 2022 jumlah perusahaan yang melaporkan giat CSR sebanyak 20 perusahaan (24%), sedangkan sisanya 63 perusahaan (76%) belum melaporkan giat CSR. Sedangkan tahun 2023 semester I, jumlah perusahaan yang melaporkan giat CSR ada 15 perusahaan (18%), sisanya 68 perusahaan (82%) belum melaporkan giat CSR.

Adapun untuk realisasi besaran dana CSR yang dikeluarkan perusahaan tahun 2022 dan semester I tahun 2023, hasilnya adalah :

1. Total realisasi anggaran CSR tahun 2022 di Kabupaten Cianjur sebesar 12,1 milyar, dengan rincian 4,49 milyar berasal dari dana CSR perusahaan lokal/domestik di Kabupaten Cianjur (37%). Sebedar 7,61 milyar dari perusahaan luar Cianjur (63%).

2. Realisasi anggaran CSR tahun 2023 sampai dengan semester I di Cianjur sebesar 3,2 milyar. Selanjutnya, 2,52 milyar dari dana CSR perusahaan lokal/domestik di Cianjur (79%). Lalu, 670 juta dari perusahaan luar Cianjur (21%).

"Dari uraian Saya itu menunjukkan masih rendahnya kesadaran perusahaan untuk melaksanakan giat CSR di lingkungan sekitarnya," Dedi Supriadi menjelaskan. (Dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment