- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Utang Pemda Cianjur 150 Miliar ke BJB untuk Pembangunan Jalan Sudah Lunas

Keterangan Gambar : Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BAKD) Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Utang Pemerintah Kabupaten Cianjur pada Bank BJB sebesar Rp150 miliar pada awal tahun 2023 silam, ternyata telah lunas pada Agustus 2024 lalu, meskipun jangka pinjaman menengah yang jatuh temponya pada 2025 nanti.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat, di kantornya di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Rabu 25 September 2024.
"Pinjaman daerah itu untuk pembangunan jalan di Cianjur dan pada Agustus 2024 kemarin itu sudah lunas. Jadi pinjamannya tidak jangka menengah, itu sudah selesai sesuai dengan komitmen pemerintah daerah," ungkap Ricky.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
Pembayarannya pun disebut melalui pos pembiayaan untuk pembayaran pinjaman daerah, yang sudah dibahas dengan DPRD Kabupaten Cianjur sejak sebelum Pemkab Cianjur mengambil pinjaman.
"Kita sudah bahas ini dengan dewan sejak sebelum meminjam, mulai pembayaran dan hal lainnya. Sudah melewati itu semua," kata dia.
Maka dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 beberapa waktu pun, pinjaman daerah sudah tidak dibahas lagi.
"Karena sudah tidak ada lagi utang. Beban daerah sudah selesai. Besarannya ada di perjanjian pinjaman. Saya tidak tahu berapa bunganya," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Eri Rihandiar, mengatakan, dengan berkurangnya nilai dana pinjaman dari Rp205 miliar menajadi Rp150 miliar, berpengaruh pada total jalan yang akan dibangun dari dana tersebut.
Menurut dia, semula total panjang pembangunan yakni 70 kilometer, dengan rincian Jalan Bayuning-Londok Kecamatan Cidaun sepanjang 31,4 kilomter, Jalan Sinagar-Cipelah Kecamatan Pasirkuda sepanjang 18 kilometer, Jalan Sumur-Cijati sepanjang 11,4 kilometer, dan Tangkil-Leles-Agrabinta sepanjang 10,5 kilometer.
Namun karena dananya berkurang Rp50 miliar dari rencana awal, ruas Jalan Bayuning-Londok Kecamatan Cidaun sepanjang 31,4 kilometer dibangun setengahnya. (tim).











