- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Tahun 2024 Terus Ditekan, Puskesmas Cidaun Fokus Penurunan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Keberadaan Puskesmas di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Diketahui hingga akhir Agustus 2023 tren angka prevalensi stunting di Cidaun Cianjur berada pada angka 43 persen dengan harapan diakhir tahun 2024 dapat terus ditekan.
Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas DTP Cidaun H. Eman Sulaeman, kepada awak media di Puskesmas DPT Cidaun, Kamis (29/2/2024).
Eman mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik dengan melibatkan lintas sektor serta kolaborasi.
Baca Lainnya :
- Penurunan Prevalensi Stunting Jabar Melebihi Nasional pada 2021-2022
- Beri Penghargaan Upakarti, Wujud Nyata Kemenperin Serius Tumbuhkan IKM
- Bulog Cianjur Jamin Ketersediaan Stok Beras Selama Ramadhan
- Pj. Sekda Kagum dengan Inovasi Pelajar di Jabar Mulai dari solar panel sampai penguat sinyal
- Kemensos Terima Kunjungan Kerja Lapangan Mahasiswa UIN Salatiga
"Kami fokus pada pencegahan, menyasar langsung penyebab terjadinya stunting yang didominasi sektor kesehatan melalui upaya preventif dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil juga ibu menyusui agar gizinya terpenuhi,” kata Eman.
Dalam pencegahan yang dilakukan pihaknya lanjut dia, memberikan tablet Laju Endap Darah (LED) setiap hari Jumat kepada remaja putri melalui sekolah. Dengan harapan upaya deteksi dini lebih luas sehingga bisa dilakukan penanganan dan pencegahan yang tepat.
"Pencegahan stunting berkaitan dengan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau 1.000 HPK, yang merupakan masa awal kehidupan saat terbentuk janin dalam kandungan selama 270 hari, hingga dua tahun pertama kehidupan selama 730 hari," ujarnya.
Pihaknya berharap, upaya percepatan penurunan stunting benar-benar bisa berdampak untuk menghasilkan anak-anak yang sehat, dengan didukung kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. (dens-tim).











