- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Tahun 2024 Terus Ditekan, Puskesmas Cidaun Fokus Penurunan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Keberadaan Puskesmas di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Diketahui hingga akhir Agustus 2023 tren angka prevalensi stunting di Cidaun Cianjur berada pada angka 43 persen dengan harapan diakhir tahun 2024 dapat terus ditekan.
Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas DTP Cidaun H. Eman Sulaeman, kepada awak media di Puskesmas DPT Cidaun, Kamis (29/2/2024).
Eman mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan intervensi sensitif dan spesifik dengan melibatkan lintas sektor serta kolaborasi.
Baca Lainnya :
- Penurunan Prevalensi Stunting Jabar Melebihi Nasional pada 2021-2022
- Beri Penghargaan Upakarti, Wujud Nyata Kemenperin Serius Tumbuhkan IKM
- Bulog Cianjur Jamin Ketersediaan Stok Beras Selama Ramadhan
- Pj. Sekda Kagum dengan Inovasi Pelajar di Jabar Mulai dari solar panel sampai penguat sinyal
- Kemensos Terima Kunjungan Kerja Lapangan Mahasiswa UIN Salatiga
"Kami fokus pada pencegahan, menyasar langsung penyebab terjadinya stunting yang didominasi sektor kesehatan melalui upaya preventif dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil juga ibu menyusui agar gizinya terpenuhi,” kata Eman.
Dalam pencegahan yang dilakukan pihaknya lanjut dia, memberikan tablet Laju Endap Darah (LED) setiap hari Jumat kepada remaja putri melalui sekolah. Dengan harapan upaya deteksi dini lebih luas sehingga bisa dilakukan penanganan dan pencegahan yang tepat.
"Pencegahan stunting berkaitan dengan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau 1.000 HPK, yang merupakan masa awal kehidupan saat terbentuk janin dalam kandungan selama 270 hari, hingga dua tahun pertama kehidupan selama 730 hari," ujarnya.
Pihaknya berharap, upaya percepatan penurunan stunting benar-benar bisa berdampak untuk menghasilkan anak-anak yang sehat, dengan didukung kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga. (dens-tim).











