- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
Stunting di Jabar Turun ke 15,9 Persen, Pemdaprov Raih Penghargaan Terbaik Pertama

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Pemda Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik I dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko PMK Pratikno dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang memberikan apresiasi kepada daerah-daerah dengan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting.
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
Angka prevalensi stunting di Jawa Barat berhasil turun signifikan dari 21,7 persen pada 2023 menjadi 15,9 persen pada 2024, menunjukkan efektivitas berbagai program percepatan penurunan stunting di daerah.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras bersama-sama menurunkan prevalensi stunting di Jawa Barat," ujar Wagub Erwan.
Erwan menegaskan, selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan dirinya, Pemda Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus menekan angka stunting hingga tidak ada kasus baru.
"Selama lima tahun kepemimpinan kami, kami menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru atau zero stunting di Jawa Barat," tegasnya.
Momentum Hari Kesehatan Nasional hari ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting bukan hanya soal data, tetapi juga hasil nyata dari kerja bersama untuk mewujudkan generasi Jabar yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional dapat turun hingga 14,2 persen pada tahun 2029.
Untuk mencapai target tersebut, Wapres Gibran mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta konsistensi pelaksanaan program intervensi gizi di setiap daerah.
"Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu contoh dengan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 5,8 persen dalam satu tahun," ujar Wapres Gibran.
Penurunan prevalensi stunting Indonesia menjadi 19,8 persen pada tahun 2024 menjadi bukti nyata keberhasilan kerja kolaboratif berbagai pihak. Angka tersebut juga lebih baik dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen, atau setara penurunan sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya. (tim dens).











