- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
SmartTren Ramadan: Inovasi Disdikpora Cianjur Bentuk Karakter Siswa di Bulan Suci

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pendidikan berkarakter melalui kebijakan adaptif selama bulan Ramadan. Pada 18 Februari 2026, Disdikpora menerbitkan Surat Edaran Nomor B/400.8.2.3/12/Disdikpora/02/2026 tentang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Ramadan 1447 H/2026 M. Langkah ini mencerminkan kepemimpinan visioner yang selaras dengan Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, menjadikan Cianjur sebagai contoh bagi daerah lain.
Kebijakan ini ditujukan secara menyeluruh kepada kepala PAUD, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan se-Kabupaten Cianjur. Disdikpora tidak hanya mengeluarkan surat edaran, tapi juga memastikan implementasi yang terstruktur untuk membentuk karakter peserta didik. Hal ini menonjolkan peran Disdikpora sebagai motor penggerak pendidikan holistik, yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pembelajaran modern.
Kepala Disdikpora, Ruhli Solehudin, menegaskan tujuan utama kebijakan ini dengan jelas. “KBM pada bulan Ramadan 1447 H/2026 M dikonsentrasikan pada penguatan aspek spiritual, sosial dan pengetahuan melalui implementasi program pendidikan karakter dan penumbuhan budi pekerti atau SmartTren Ramadan,” ujarnya pada Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Lainnya :
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
Ungkapan Ruhli tersebut menunjukkan bagaimana Disdikpora Cianjur bergerak positif dengan inovasi, mengubah tantangan puasa menjadi peluang emas pembentukan generasi berbudi pekerti luhur.
Program SmartTren Ramadan menjadi andalan Disdikpora Cianjur, yang diselenggarakan oleh setiap satuan pendidikan melalui panitia resmi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah. Seluruh guru dan tenaga kependidikan dilibatkan penuh, menunjukkan pendekatan kolaboratif yang menjadi ciri khas kinerja Disdikpora Cianjur. Kerja sama dengan pihak eksternal yang kompeten juga diizinkan, memperluas jangkauan dan kualitas program.
Jadwal KBM dirancang teliti oleh Disdikpora Cianjur untuk mengakomodasi dinamika Ramadan. Pada 18–20 Februari 2026, pembelajaran dilakukan di luar sekolah atau rumah siswa. Dilanjutkan 23 Februari–13 Maret 2026 dengan Penumbuhan Budi Pekerti/SmartTren Ramadan, dan 16–28 Maret 2026 sebagai libur pasca-Idul Fitri. Penjadwalan ini mencerminkan perencanaan matang Disdikpora, memastikan siswa tetap produktif tanpa mengabaikan ibadah.
Ruhli Solehudin menekankan pengawasan ketat untuk menjaga mutu. Kepala sekolah wajib merencanakan, mengendalikan, mengawasi, dan mengevaluasi SmartTren dengan melibatkan seluruh tim, berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) Pesantren Ramadan/SmartTren 1447 H/2026 M. Komando operasional ini membuktikan Disdikpora bukan hanya penerbit kebijakan, tapi juga pengawas lapangan yang hands-on.
Inklusivitas menjadi kekuatan utama kinerja Disdikpora Cianjur. Bagi siswa beragama Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu, kegiatan penumbuhan budi pekerti disesuaikan dengan keyakinan masing-masing. Pendekatan ini selaras dengan semangat Pancasila, menjadikan Cianjur sebagai model toleransi berbasis pendidikan.
Melalui SmartTren Ramadan, Disdikpora berhasil mengintegrasikan pendidikan karakter dengan konteks lokal Ramadan. Program ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tapi juga sosial dan pengetahuan, menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan. Kinerja ini patut diapresiasi sebagai langkah preventif membentuk generasi anti-korupsi dan berakhlak mulia.
Dampak jangka panjang kebijakan Disdikpora Cianjur akan terlihat pada peningkatan budi pekerti siswa Cianjur. Dengan dukungan juknis lengkap dan pengawasan ketat, SmartTren berpotensi menjadi program unggulan nasional. Disdikpora Cianjur membuktikan bahwa pendidikan berkualitas lahir dari adaptasi cerdas terhadap musim keagamaan.
Secara keseluruhan, inisiatif Disdikpora Kabupaten Cianjur dalam Surat Edaran Ramadan ini adalah bukti kepemimpinan eksempler. Di tengah tantangan pendidikan nasional, mereka unggul dengan inovasi SmartTren yang inklusif dan terukur, menginspirasi daerah lain untuk meniru. (dens).











