- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Selama Libur Nataru, Pasokan Pangan di Jabar Aman

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar memastikan ketersediaan pangan aman selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Jabar Nenny Fasyaini mengatakan bahwa 12 komoditas pangan strategis yang ada saat ini semuanya surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita itu daerah wisata, otomatis selain regular kita membutuhkan pangan, masyarakat yang datang ke Jawa Barat untuk wisata perlu makanan juga. Kita tahu Jabar terkenal dengan kulinernya,” ucap Nenny beberapa waktu lalu.
Baca Lainnya :
- Karena tak Pakai Masker, Puluhan Warga Cugenang Terjaring Razia
- Akibat Tanah Longsor, Akses Jalan Sukanagara dan Pagelaran Cianjur Selatan Lumpuh Total
- Akibat Sosialisasi Kurang Gencar, Ada Warga Pinggiran Cianjur Tak Tahu Pilkada
- Kini di Cianjur Hadir Layanan Virtual Grab Driver Center
- Polsek Mande Semangati Warga Ajakan 3M, Ini Tujuannya
Menurut Nenny, untuk memenuhi kebutuhan pasokan komoditas pangan, Jabar dan provinsi lain bekerja sama untuk saling memasok kebutuhan pangan.
“Kita memasok dari daerah-daerah yang surplus ke daerah yang defisit sehingga kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi semuanya, termasuk cadangan pangan pemerintah daerah juga aman,” ucapnya.
Terkait harga, Nenny mengakui bahwa saat ini ada kenaikan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat meski tidak terlalu signifikan. Pada saat bersamaan, ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti daging sapi.
“Kita harus menjaga harga di produsen dan konsumen, Natal dan Tahun Baru harus terkendali, yang penting tidak melebihi HET yang sudah ditetapkan. Yang naik bawang merah, cabe merah, cabe rawit merah, dan telur naik. Untuk harga daging sapi malah turun,” tuturnya.
Nenny juga menyatakan, pihaknya juga menggelar Gerakan Pangan Murah di 27 kota dan kabupaten sebagai upaya pengendalian inflasi dan mempermudah akses pangan kepada masyarakat yang berkualitas.
“Gerakan Pangan Murah, untuk mendekatkan kepada masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan pangan yang berkualitas dan murah,” ucap Nenny. (tim-dens).











