- Sinergi PDAM Tirta Mukti dan Samapta Polres Cianjur: Air Bersih ke-70 Mengalir untuk Warga
- Gema Indonesia Raya: Menyalakan Api Nasionalisme ASN Cianjur
- Rachmat Hartono: Koordinasi APIP Jawa Barat dan Banten, Deteksi Dini untuk Cegah Korupsi
- Panen Bawang Merah Poktan Gemah Ripah, Bukti Nyata Dukungan DTPHP Cianjur untuk Petani
- Kepala BKPSDM Cianjur Akos Koswara: Pemuda Indonesia Patriotik, Gigih, dan Berempati
- Ketika Birokrasi Belajar Memiliki Hati: Makna Humanis Leader Award bagi Bupati Cianjur
- Disdukcapil Cianjur Percepat Layanan Digital, Warga Kini Bisa Urus Administrasi dari Rumah
- Kepemimpinan Humanis Bupati Cianjur Raih Apresiasi, DPMPTSP Sambut dengan Bangga
- DPUTR Cianjur Raih Peringkat 1 Penghargaan ASN Inspiratif, Inovatif, dan DMS
- DPUTR Cianjur Raih Peringkat 1 Penghargaan ASN Inspiratif, Inovatif, dan DMS
Sekda Herman Suryatman: Tanggulangi Bencana dengan Pendekatan Super Team

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Dalam mencegah sekaligus menangani bencana di Jawa Barat diperlukan manajemen penanggulangan yang tepat dengan pendekatan super team.
Langkah-langkah kolaboratif bersama kabupaten/kota penting dilakukan sehingga Jabar tangguh dan siap bila sewaktu-waktu bencana menerpa.
Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman usai apel pagi di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Kota Bandung, Selasa (2/7/2024).
Baca Lainnya :
- Kepala Dinas Perkim Cianjur Dampingi Bupati Herman Suherman Monitoring Korban Dampak Gempa Bumi
- Eri Rihandiar: Banyak ASN Pensiun, Dinas PUTR Cianjur Minus Pegawai Fungsional dan Struktural
- Sejarah Konferensi Asia-Afrika, Peran Indonesia Hentikan Penjajahan
- Lolly Suhenty: Jangan Ragu Kalau Menemukan Pelanggaran Laporkan Ke Bawaslu
- DPMPTSP Kabupaten Cianjur Lakukan Safari Sosialisasi NIB Ke Masyarakat Luas
"Perlu dibangun kerja sama, gotong royong, bahu-membahu bersama BPBD di kabupaten/kota, relawan, semua komponen dan entitas di daerah saat ini dalam penanggulangan bencana dengan pendekatan super team,” tutur Herman.
“Insyaallah, BPBD Provinsi Jawa Barat menjadi dinamisator, stimulator, dan katalisator dalam penanggulangan bencana," ujarnya.
Herman juga mendorong hadirnya desa -desa di Jabar yang tangguh terhadap kebencanaan.
Dengan masyarakat yang sadar terhadap kebencanaan dan potensi bencana di lingkungannya, maka kewaspadaan itu diharapkan dapat meminimalkan korban maupun kerugian.
"Sehingga manajemen penanggulangan bencana di Jabar bisa optimal. Sebaik-baiknya cara adalah pencegahan. Oleh karena itu BPBD Jabar akan memberikan fokus terkait pentingnya pencegahan bencana," kata Herman.
"Kami juga bersama dengan BPBD kabupaten kota mendorong agar desa tangguh bencana bisa optimal," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Herman menyampaikan pula falsafah Sunda Tritangtu sebagai kearifan tradisional dalam penataan ruang di tatar Sunda, yang tercermin dalam ungkapan gawir awian (tebing tanami bambu), leuweung kaian (hutan tanami kayu), lebak sawahan (lembah jadikan sawah), legok balongan (ceruk jadikan kolam ikan), dan darat kebonan (tanah datar jadikan kebun).
"Mudah- mudahan di Jawa Barat tidak ada bencana, kalau pun terjadi kita harus siap menghadapinya, maka kita harus mempunyai kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” imbuhmya. (dens).











