- Panen Bawang Merah Poktan Gemah Ripah, Bukti Nyata Dukungan DTPHP Cianjur untuk Petani
- Kepala BKPSDM Cianjur Akos Koswara: Pemuda Indonesia Patriotik, Gigih, dan Berempati
- Ketika Birokrasi Belajar Memiliki Hati: Makna Humanis Leader Award bagi Bupati Cianjur
- Disdukcapil Cianjur Percepat Layanan Digital, Warga Kini Bisa Urus Administrasi dari Rumah
- Kepemimpinan Humanis Bupati Cianjur Raih Apresiasi, DPMPTSP Sambut dengan Bangga
- DPUTR Cianjur Raih Peringkat 1 Penghargaan ASN Inspiratif, Inovatif, dan DMS
- DPUTR Cianjur Raih Peringkat 1 Penghargaan ASN Inspiratif, Inovatif, dan DMS
- BAZNAS Cianjur Raih Penghargaan, Bukti Nyata Dukungan untuk Pendidikan Diniyah
- Hadi Sutrisno: Calendar of Event Kepariwisataan Kenalkan Cianjur Kota Santri
- Dari Sampah Menjadi Peluang: DPMPTSP Cianjur Dorong Ekonomi Sirkular
Petani di Mekarjaya Uji Coba Padi Varietas Nerica Jepang, Nilai Jual Lebih Menguntungkan

Keterangan Gambar : Tampak para petani dan ada juga pegawai kantoran di Mekarjaya, Sukaluyu, Cianjur, sedang menanam padi varietas Nerica asal Jepang.
Pinusnews.id - Pemikiran dan tindakan yang patut diacungi jempol lahir dari dunia pertanian Cianjur. Dimana seorang petani asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Nurdin, sedang melakukan uji coba penanaman padi varietas Nerica asal Jepang di lahan seluas 1.000 meter persegi. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan nilai jual lebih menguntungkan dibanding padi lokal. Benih padi tersebut dibeli langsung dari Jepang.
Menurut Nurdin, jika hasil panen sesuai harapan, beras Nerica berpotensi dipasarkan ke restoran Jepang di Indonesia, bahkan diekspor ke Negeri Sakura.
"Kalau hasilnya bagus, peluang pasarnya terbuka lebar. Selain restoran Jepang di dalam negeri, ekspor ke Jepang juga sangat mungkin dilakukan," kata Nurdin pada Kamis, 18 September 2025.
Baca Lainnya :
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
Padi Nerica sebelumnya sukses dikembangkan di Filipina. Di Indonesia, Cianjur tercatat sebagai daerah pertama yang melakukan uji coba, disusul Medan untuk tahap berikutnya. Dibanding varietas lokal, padi asal Jepang ini memiliki sejumlah keunggulan. Tinggi tanamannya lebih menonjol, bulir padi tidak mudah rontok, dan membutuhkan mesin khusus saat panen.
Dari segi kualitas, berasnya bertekstur lengket mirip ketan, sehingga sangat cocok untuk menu khas Jepang seperti sushi.
"Dalam tiga bulan bisa dipanen. Per hektar mampu menghasilkan 10 hingga 12 ton. Tapi karena masih uji coba di sini, hasil akhirnya kita tunggu bersama," jelas Nurdin.
Pada sisi lain, Camat Sukaluyu, Zaenal Mutakin, mengapresiasi langkah inovatif tersebut. Ia menilai bahwa terobosan ini membuka peluang besar bagi petani Cianjur untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas akses pasar.
"Seumpama berhasil sukses ini bukan hanya bermanfaat bagi petani di Sukaluyu, tapi juga bisa menjadi pintu masuk Cianjur ke pasar internasional," ujar Zaenal.
Dengan adanya uji coba ini, Cianjur berpotensi menjadi pionir pengembangan padi Jepang di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra beras premium yang diminati pasar lokal maupun global. Uji coba ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. (dens).











