- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Petani di Mekarjaya Uji Coba Padi Varietas Nerica Jepang, Nilai Jual Lebih Menguntungkan

Keterangan Gambar : Tampak para petani dan ada juga pegawai kantoran di Mekarjaya, Sukaluyu, Cianjur, sedang menanam padi varietas Nerica asal Jepang.
Pinusnews.id - Pemikiran dan tindakan yang patut diacungi jempol lahir dari dunia pertanian Cianjur. Dimana seorang petani asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Nurdin, sedang melakukan uji coba penanaman padi varietas Nerica asal Jepang di lahan seluas 1.000 meter persegi. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan nilai jual lebih menguntungkan dibanding padi lokal. Benih padi tersebut dibeli langsung dari Jepang.
Menurut Nurdin, jika hasil panen sesuai harapan, beras Nerica berpotensi dipasarkan ke restoran Jepang di Indonesia, bahkan diekspor ke Negeri Sakura.
"Kalau hasilnya bagus, peluang pasarnya terbuka lebar. Selain restoran Jepang di dalam negeri, ekspor ke Jepang juga sangat mungkin dilakukan," kata Nurdin pada Kamis, 18 September 2025.
Baca Lainnya :
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
Padi Nerica sebelumnya sukses dikembangkan di Filipina. Di Indonesia, Cianjur tercatat sebagai daerah pertama yang melakukan uji coba, disusul Medan untuk tahap berikutnya. Dibanding varietas lokal, padi asal Jepang ini memiliki sejumlah keunggulan. Tinggi tanamannya lebih menonjol, bulir padi tidak mudah rontok, dan membutuhkan mesin khusus saat panen.
Dari segi kualitas, berasnya bertekstur lengket mirip ketan, sehingga sangat cocok untuk menu khas Jepang seperti sushi.
"Dalam tiga bulan bisa dipanen. Per hektar mampu menghasilkan 10 hingga 12 ton. Tapi karena masih uji coba di sini, hasil akhirnya kita tunggu bersama," jelas Nurdin.
Pada sisi lain, Camat Sukaluyu, Zaenal Mutakin, mengapresiasi langkah inovatif tersebut. Ia menilai bahwa terobosan ini membuka peluang besar bagi petani Cianjur untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas akses pasar.
"Seumpama berhasil sukses ini bukan hanya bermanfaat bagi petani di Sukaluyu, tapi juga bisa menjadi pintu masuk Cianjur ke pasar internasional," ujar Zaenal.
Dengan adanya uji coba ini, Cianjur berpotensi menjadi pionir pengembangan padi Jepang di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra beras premium yang diminati pasar lokal maupun global. Uji coba ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. (dens).











