- Ramaikan Hari Anak Nasional, Dinas Pangan Cianjur Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
- Kasus Pencemaran Nama Baik PWI Cianjur Terus Bergulir, Perkuat Dugaan Pihak Terlapor
- Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Sekolah Utama pada Peringatan HAN ke-42
- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
Perangkat Desa Sukaluyu Undur Diri Secara Massal, Menyusul RT-RW Juga Ikut Mundur, Ada Apa?

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Permasalahan Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, rupanya belum usai, setelah sebelumnya lima Perangkat Desa mengundurkan diri secara massal, kini puluhan Ketua RT dan Ketua RW ramai-ramai menyatakan akan menyusul mengundurkan dari jabatannya alias hengkang dari pekerjaannya di Desa Sukaluyu tersebut.
Hal itu didasari atas kekecewaan atas permasalahan sertifikat tanah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang melibatkan Kepala Desa Sukaluyu Uher Sukerman.
Salah satu Ketua RT yang minta namanya disamarkan menyebutkan, ada 24 Ketua RT dan 6 Ketua RW dari empat kedusunan yang telah menyatakan mundur.
Baca Lainnya :
- 50 Anggota DPRD Cianjur Periode 2024-2029 Hingga Kini Belum Dilantik, Ternyata Ini Penyebabnya
- Tim Supervisi KKN STAI Al Azhary Lakukan Pengawasan pada 3 Posko KKN di Kecamatan Cibeber.
- Sekjen Partai Gerindra Serahkan Surat Rekomendasi Kepada Deden Nasihin dan Neneng Efa Fatimah
- Kadis Dinkes Cianjur: Awal Agustus 2024 Penyebaran Nyamuk Deman Berdarah Turun Drastis
- Pembangunan Zona Integritas Dioptimalkan Beri Efek terhadap Kesejahteraan Masyarakat
"Sekitar 85 persen dari jumlah total Ketua RT dan Ketua RW yang mengundurkan diri, jadi yang aktif tinggal 2 Ketua RW dan 11 Ketua RT," kata dia
Ia pun menyebutkan, alasan dari pengunduran diri secara masal karena keluhan masyarakat atas dugaan penimbunan.
"Karena bentuk kekecewaan kami dan masyarakat terhadap dugaan penimbunan sertifikat PTSL, itu kan hak rakyat," paparnya.
Tak cukup sampai disitu, kekesalan Ketua RT dan Ketua RW memuncak karena adanya dugaan pungli. Dimana masyarakat dipatok nominal untuk pengambilan sertifikat tersebut.
"Kemudian kami kecewa atas dasar laporan warga ada penebusan untuk pengambilan sertifikat PTSL sebesar Rp100 ribu," ujarnya.
Sementara itu, awak media mencoba mengkonfirmasi perihal informasi tersebut kepada Kades Sukaluyu, namun pesan singkat tak dibalas dan telepon tidak dijawab. (dens)











