- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Penularan Penyakit TBC Lebih Cepat Melalui Kondisi Lingkungan

Keterangan Gambar : Tampak Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, yang terletak di jalan Profesor Muhamad Yamin.
Pinusnews.id - Kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Cianjur pada tahun 2024 tercatat menjangkiti 2.171 orang.
Bahkan, berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur TBC menjadi 10 besar penyakit dengan jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap tertinggi di Cianjur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Frida Layla Yahya, mengatakan, penyakit dengan nama lain KP (Koch Pulmonal) ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Cianjur Laksanakan Pembinaan Kepala Puskesmas
- Paling Banyak Ditangani KPK, Gratifikasi Modus Perkara Tindak Pidana Korupsi
- Baju Bekas Pejabat Cianjur Dibagikan, Setiap Orang Dapat 2 Potong Pakaian
- Bupati Cianjur Laporkan Keuangan Pemda Unaudited T.A.2023 ke BPKP RI Jabar
- Dirut RSUD Cianjur Dampingi Bupati Kunjungi Pasien
Dinkes Cianjur mencatat pada 2018 kasus TBC di Cianjur mencapai 5.074 orang, angkanya turun pada 2020 dan 2021 dimana temuan kasus TBC mencapai 4.000 kasus.
Namun, pada tahun 2022 kasus TBC kembali naik menjadi 7.102 orang. Puncaknya pada temuan kasus TBC di tahun lalu mencapai 9.582 orang.
“Memang sempat turun saat masa Covid 19, TBC kembali naik pada tahun 2022,” kata Frida kepada awak media, pada Senin, (25/03/2024).
Frida menambahkan, penularan TBC lebih cepat melalui kondisi lingkungan yang kurang sehat dan kondisi rumah tanpa ventilasi yang memadai.
Ia pun berharap, di momen Hari Tuberkulosis se-dunia penularan TBC dapat dicegah atau ditekan.
“Saya berharap di momen Hari Tuberkulosis se-dunia jadi momen untuk sama-sama mencegah penyebaran TBC,” pungkasnya. (dens).











